Fakta Nasional

Serangan Udara Pakistan di Kabul Hantam Pusat Rehabilitasi, 100 Tewas!

FAKTANASIONAL.NET - Tragedi kemanusiaan terjadi di Kabul, Afghanistan, pada Senin malam hingga Selasa, 17 Maret 2026. Sebuah serangan udara yang diluncurkan oleh militer Pakistan dilaporkan menghantam Rumah Sakit Rehabilitasi Adiksi Omid. Data dari…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 19 March 2026 📖 1 menit
Serangan Udara Pakistan di Kabul Hantam Pusat Rehabilitasi, 100 Tewas!
Serangan Udara Pakistan di Kabul Hantam Pusat Rehabilitasi, 100 Tewas!/(bbc)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Tragedi kemanusiaan terjadi di Kabul, Afghanistan, pada Senin malam hingga Selasa, 17 Maret 2026.

Sebuah serangan udara yang diluncurkan oleh militer Pakistan dilaporkan menghantam Rumah Sakit Rehabilitasi Adiksi Omid.

Data dari laboratorium forensik setempat mengonfirmasi sedikitnya 100 orang tewas, sementara pihak Taliban mengklaim jumlah korban jiwa bisa mencapai 400 orang.

Pakistan membantah bahwa mereka sengaja menyasar fasilitas medis. Pihak Islamabad berdalih bahwa serangan tersebut dilakukan secara presisi terhadap instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris di wilayah perbatasan.

Namun, juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan menegaskan tidak ada aktivitas militer di sekitar pusat rehabilitasi yang menampung sekitar 2.000 pasien tersebut saat ledakan terjadi.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan (Unama) mengutuk keras insiden ini dan mendesak dilakukannya investigasi segera. Konflik lintas batas ini kembali memanas karena tuduhan Pakistan bahwa Afghanistan menampung militan TTP.

PBB meminta kedua belah pihak untuk segera melakukan deeskalasi demi melindungi nyawa warga sipil yang terjebak di tengah perselisihan politik dan militer dua negara bertetangga tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK