Fakta Nasional

Sherly Tjoanda Disorot Forum PBB, Nama dan Angka Rp709 Miliar Muncul dalam Materi Nikel

FAKTANASIONAL.NET – Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjadi perhatian setelah muncul dalam materi presentasi mengenai pertambangan nikel dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat pada UN Responsible Business and Human Rights Forum…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 18 September 2026 📖 2 menit
Sherly Tjoanda Disorot Forum PBB, Nama dan Angka Rp709 Miliar Muncul dalam Materi Nikel
Sherly Tjoanda Adukan Kena PHP dari Kementerian ATR/BPN ke DPR/(Instagram
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjadi perhatian setelah muncul dalam materi presentasi mengenai pertambangan nikel dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat pada UN Responsible Business and Human Rights Forum 2026 di Bangkok, Thailand.

Forum yang berlangsung pada 14–17 September 2026 di United Nations Conference Center (UNCC), Bangkok, tersebut mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, hingga kelompok masyarakat terdampak untuk membahas praktik bisnis bertanggung jawab dan persoalan hak asasi manusia (HAM).

Dikutip dari BeritaSatu.com, Kamis, 17 September 2026, sorotan terhadap Sherly mencuat setelah sejumlah foto materi presentasi beredar di media sosial.

Nama Sherly Muncul dalam Daftar “Nickel Money”

Salah satu slide presentasi memuat judul “The Richest Governors: Nickel Money”.

Dalam daftar tersebut, nama Sherly Tjoanda tercantum paling atas dengan angka Rp709 miliar.

Di bawahnya terdapat Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka sebesar Rp623 miliar, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin Rp414 miliar, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud Rp183 miliar, serta Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Rp143 miliar.

Namun, materi yang beredar tidak menerangkan secara rinci dasar penghitungan angka Rp709 miliar tersebut.

Tidak dijelaskan apakah nominal itu berkaitan dengan kekayaan pribadi, nilai aset, atau menggunakan metode perhitungan tertentu.

Materi lain juga menyebut Sherly Tjoanda dan Andi Sumangerukka sebagai “concession holders of several nickel mining and smelters in North Maluku and Southeast Sulawesi”, yang berarti pemegang konsesi sejumlah pertambangan dan smelter nikel di Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara.

Presentasi tersebut turut menyoroti Kepulauan Obi, Maluku Utara, yang disebut terdiri dari 42 pulau dengan luas sekitar 2.542 kilometer persegi dan jumlah penduduk 52.588 jiwa berdasarkan data pertengahan 2022.

Salah satu slide memperlihatkan aliran air berwarna kecokelatan yang disebut menggambarkan kondisi sungai di salah satu pulau kecil di Obi yang mengalami kerusakan berat.

Materi berjudul “When Nickel Mining Harms People and the Planet: Challenges in Securing Effective Remedy in Indonesia” itu membahas dampak aktivitas pertambangan terhadap manusia dan lingkungan, sekaligus tantangan memastikan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Menurut unggahan akun X @zalkad, presentasi tersebut disampaikan La Ode Muhammad Syarif, mantan komisioner KPK periode 2015–2019.

Materi lainnya membahas konsep “double agent”, hubungan regulator dan pemain, serta persoalan di kawasan yang terdampak aktivitas ekonomi dan sumber daya alam.

Meski demikian, kemunculan nama Sherly Tjoanda maupun kepala daerah lainnya dalam materi tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam tindak pidana pertambangan atau pelanggaran hukum.

Dasar angka, konteks pencantuman nama, serta klaim mengenai konsesi tetap memerlukan verifikasi dan penjelasan dari pihak-pihak terkait.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK