Sindiran Menteri Luar Negeri Iran soal Ketergantungan Militer Israel pada AS
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan regional antara Iran dan Israel memuncak dalam perang singkat 12 hari sejak 13 Juni 2025. Di tengah gencatan senjata, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan sindiran pedas kepada Israel. I…
Dengarkan Ringkasan
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan regional antara Iran dan Israel memuncak dalam perang singkat 12 hari sejak 13 Juni 2025.
Di tengah gencatan senjata, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan sindiran pedas kepada Israel.
Ia menyebut Israel sebagai “anak papa” yang tak mampu berdiri sendiri tanpa intervensi militer Amerika Serikat.
Pada 28 Juni 2025, Araghchi mengunggah sindirannya di X (dahulu Twitter). Ia menggambarkan intervensi AS sebagai tindakan “ayah” yang menolong anaknya saat kesulitan.
“Rezim Israel tidak punya pilihan selain lari ke ‘Papa’ demi menghindar dari rudal kami,” ujarnya. Pernyataan itu merujuk pada operasi AS yang menghantam fasilitas nuklir Iran saat konflik medio Juni.
Sindiran Araghchi tak hanya retorika; ia memberi ultimatum kepada Presiden Donald Trump untuk menghentikan nada merendahkan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
“Jika delusi memicu kesalahan lebih besar, Iran tidak ragu menunjukkan kemampuan nyata yang akan mengakhiri semua ilusi tentang kekuatan kami,” tegasnya.
Pernyataan ini mempertegas aliansi strategis AS–Israel sekaligus menegaskan ambisi Iran di kancah global.
Meskipun perang 12 hari telah diakhiri dengan gencatan senjata pada 24 Juni 2025, ketegangan pascakonflik masih tinggi. Klaim kemenangan Khamenei dan sikap keras Trump pascakonflik berpotensi memicu dinamika baru dalam hubungan AS–Iran–Israel.
Sindiran Araghchi, meski retoris, menyorot betapa pentingnya dukungan militer AS bagi Israel dan sekaligus memperlihatkan kekuatan diplomasi publik Iran.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.