Situasi Kritis di Gaza: Hamas Desak Israel Mundur dan Hentikan Serangan Demi Selamatkan Sandera
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, mengeluarkan pernyataan mendesak kepada militer Israel pada hari Minggu, 28 September 2025. Mereka meminta penghentian sementara serangan udara dan penarikan pasukan…
Dengarkan Ringkasan
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, mengeluarkan pernyataan mendesak kepada militer Israel pada hari Minggu, 28 September 2025. Mereka meminta penghentian sementara serangan udara dan penarikan pasukan dari sebagian wilayah Kota Gaza. Desakan ini bukan tanpa alasan; Hamas mengklaim langkah ini diperlukan untuk memungkinkan upaya penyelamatan dua sandera Israel yang nasibnya kini tidak diketahui.
Dalam pernyataan resminya, Brigade Al-Qassam menyebut bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan kedua sandera tersebut. Hilangnya kontak ini diduga kuat akibat operasi militer intensif yang dilancarkan Israel di dua lingkungan di selatan Kota Gaza dalam 48 jam terakhir. "Nyawa kedua tahanan berada dalam bahaya nyata," tulis pernyataan tersebut, menunjukkan betapa gentingnya situasi yang sedang terjadi di tengah medan pertempuran yang terus memanas.
Hamas memberikan syarat yang spesifik. Mereka menuntut agar pasukan Israel segera mundur ke arah selatan Jalan 8 dan menghentikan semua operasi udara selama 24 jam penuh. Jeda waktu ini akan dimulai pada pukul 18.00 hari itu juga. Menurut Hamas, gencatan senjata singkat ini mutlak diperlukan untuk memberikan ruang bagi tim mereka melakukan pencarian dan upaya penyelamatan terhadap kedua sandera yang hilang.
Desakan ini muncul di tengah konflik yang telah memakan puluhan ribu korban jiwa. Perang ini dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.219 warga Israel. Sebagai balasan, serangan masif Israel ke Gaza telah menewaskan sedikitnya 66.005 orang, yang mayoritas adalah warga sipil. Di tengah kecaman internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap bersumpah untuk menuntaskan misinya melawan Hamas, membuat prospek perdamaian terasa semakin jauh.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.