Skandal Isfahan: Benarkah AS Gunakan Misi Penyelamatan Pilot untuk Curi Uranium Iran?
FAKTANASIONAL.NET - Rangkuman Kabar terbaru bencana besar bagi Pentagon Juru bicara Iran mengungkap bahwa operasi putus asa Trump untuk mencuri uranium yang diperkaya adalah kegagalan total. Dia menegaskan bahwa militer AS mengalami skandal yang men…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Rangkuman Kabar terbaru bencana besar bagi Pentagon
Juru bicara Iran mengungkap bahwa operasi putus asa Trump untuk mencuri uranium yang diperkaya adalah kegagalan total.
Dia menegaskan bahwa militer AS mengalami skandal yang mengerikan setelah menghadapi perlawanan sengit dari rakyat Iran.
"ini bukan penyelamatan, ini adalah aksi perampasan persediaan uranium yang diperkaya. AS telah mengincar material itu selama berminggu-minggu."
Menurut para analis militer
Para analis militer mengungkapkan bahwa AS sama sekali tidak pernah melakukan misi penyelamatan terhadap pilotnya, keberadaan bangkai 2 pesawat angkut C-130J menguak skenario sebenarnya misi tentara AS di Isfahan.
Baru kali ini ada misi penyelamatan seorang pilot yang melibatkan 2 pesawat angkut sekelas Super Hercules, karena lazimnya dalam operasi penyelamatan pilot pihak AS hanya perlu mengerahkan helikopter tempur AH-64 Apache atau MH-6 Little Bird untuk mengawal helikopter angkut UH-60 Blackhawk.
Penggunaan pesawat angkut berat mengindikasikan adanya misi lain yang memang membutuhkan alat angkut dengan spesifikasi tersebut, kuat dugaan misi sebenarnya adalah untuk mencuri persediaan uranium milik Iran.
Jumlah total target adalah 450 kg hingga 540 kg uranium yang diperkaya hingga 60%, tentunya bahan nuklir tersebut tidak dikemas dalam karung ataupun toples rengginang kesayangan kalian, melainkan dengan tabung khusus 30B/5A/8A sesuai dengan kebutuhan. Namun sebagai simulasi dapat kita asumsikan uranium tersebut disimpan dalam tabung 30B.
Tabung ini memiliki kapasitas maksimal penyimpanan sekitar 350kg,vdengan bobot tabung sekitar 3 ton. Artinya dibutuhkan 2 tabung untuk menyimpan seluruh persediaan uranium milik Iran, sehingga dapat dikalkulasi bobot total kargo yang akan dibawa sekitar 6,6 ton.
Dengan demikian maka penggunaan pesawat angkut C-130J merupakan pilihan yang tepat untuk menjalankan misi pencurian stok uranium Iran, namun masih ada banyak pertanyaan yang musti dijawab, diantara apakah misi ini betul-betul misi pencurian atau hanya sebatas simulasi dari bagian rencana besar tersebut.?
Karena melihat dari persiapan yang dilakukan, mengindikasikan adanya keyakinan pihak AS telah mendapatkan informasi detail yang memperkirakan bahan bakar nuklir tersebut berada diatas kendaraan angkut sejenis truk kontainer, asumsinya Iran menerapkan taktik seperti itu dengan alasan agar kargo tersebut bisa dipindahkan secara cepat.
Berdasarkan informasi diatas lantas pihak AS optimis bahwa mereka bisa merampas truk bermuatan uranium tersebut lalu memasukkannya ke dalam pesawat C-130J lalu membawanya ke lokasi rahasia.
Namun sayangnya rencana tersebut gagal dilaksanakan karena penjagaan di lokasi terlalu ketat dan melibatkan masyarakat lokal secara keseluruhan, sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan misi.
Sebuah teori yang masuk akal dan tergolong berani, namun tentunya peristiwa ini membuktikan ketangguhan Iran dalam menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi.
Sumber: FACEBOOK Essenah Alam
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.