Skenario Global Memanas: Akankah Meja Perundingan Islamabad Berakhir Sia-Sia?
FAKTANASIONAL.NET - Dunia tengah menahan napas saat Islamabad bersiap menjadi tuan rumah dialog perdamaian yang krusial. Pagi ini di ibu kota Pakistan tersebut, poster "Islamabad Talks" masih menghiasi sudut kota di bawah penjagaan ketat. Namun, di…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Dunia tengah menahan napas saat Islamabad bersiap menjadi tuan rumah dialog perdamaian yang krusial.
Pagi ini di ibu kota Pakistan tersebut, poster "Islamabad Talks" masih menghiasi sudut kota di bawah penjagaan ketat.
Namun, di balik persiapan fisik tersebut, tersimpan ketidakpastian besar mengenai kehadiran delegasi Iran. Ketegangan ini memuncak mengingat gencatan senjata dijadwalkan berakhir pada hari Rabu esok.
Sikap skeptis datang langsung dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan berunding "di bawah bayangan ancaman" dilansir dari BBC pada 21 April 2026.
Pernyataan keras ini dipicu oleh aksi AS yang menyita kapal kargo berbendera Iran di Selat Hormuz, yang dianggap Teheran sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh Donald Trump.
Di sisi lain, faksi garis keras di Teheran terus menekan Ghalibaf agar memilih jalur konflik dibanding diplomasi.
Meskipun Gedung Putih mengumumkan bahwa delegasi yang dipimpin JD Vance akan menuju Pakistan pada Selasa ini, jadwal pastinya masih kabur. Hingga Senin malam, Vance dilaporkan masih berada di Washington.
Jeda waktu ini memperkuat dugaan adanya negosiasi alot di balik layar. Dengan waktu yang semakin menipis sebelum tenggat berakhir, nasib perdamaian ini bergantung pada apakah retorika politik Iran akan melunak menjadi aksi diplomasi nyata di Islamabad.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.