Skenario Kiamat Alutsista 2026: Mengapa Kapal Perang Miliaran Dolar Kini Tak Berkutik?
FAKTANASIONAL.NET - Dominasi laut yang selama satu abad dipuja melalui doktrin Sea Power Alfred Thayer Mahan resmi berakhir pada tahun 2026. Di Selat Hormuz, dunia menyaksikan sebuah anomali militer yang mengubah peta kekuatan global selamanya. Kapa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Dominasi laut yang selama satu abad dipuja melalui doktrin Sea Power Alfred Thayer Mahan resmi berakhir pada tahun 2026.
Di Selat Hormuz, dunia menyaksikan sebuah anomali militer yang mengubah peta kekuatan global selamanya.
Kapal induk raksasa yang menjadi simbol supremasi Amerika Serikat ternyata rapuh di hadapan inovasi asimetris yang jauh lebih murah namun mematikan.
Keunggulan Iran dalam peperangan laut 2026 terletak pada kombinasi Saturation Attack dan Mosaic Defence. Menurut Salim, pakar maritim KPPMPI pada Sabtu malam, 18 April 2026, Iran membuktikan bahwa kuantitas drone dan rudal yang terkoordinasi mampu membutakan radar tercanggih.
Strategi ini tidak lagi bergantung pada pangkalan besar, melainkan unit-civilian-military yang tersebar otonom bak mozaik yang sulit dihancurkan secara total.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah "Mozaik Pertahanan" alami. Dengan mengendalikan choke points dunia seperti Selat Malaka, Sunda, dan Lombok, Indonesia memiliki posisi tawar serupa.
Terinspirasi dari keteguhan di Hormuz, RI harus mampu menyatukan batas laut, darat, dan siber dalam komando perlawanan cerdas yang menjadikan setiap pulau sebagai benteng dan setiap nelayan sebagai mata-mata kedaulatan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.