Slanik Sebut Insiden Kecelakaan di Kolam Renang Kelalaian Korban
"Itu murni akibat kelalaian korban sendiri," katanya kepada media, Minggu (25/10) lalu.
FAKTANASIONAL.NET - Supervisor Slanik Waterpark Lampung, Melina saat dikonfirmasi oleh media menyebutkan bahwa insiden kecelakaan yang mengakibatkan luka robek di bagian kepala akibat benda tajam keramik adalah kelalaian korban sendiri.
"Itu murni akibat kelalaian korban sendiri," katanya kepada media, Minggu (25/10) lalu.
Dia melanjutkan, dalam insiden yang menimpa warga Bandarlampung berusi 27 tahun tersebut menurutnya pihak Slanik telah lepas tanggung jawab secara layak dengan hanya mengantarkan korban berobat secara bertahap ke klinik hingga ke rumah sakit.
Menurut dia, kewajiban Slanik sendiri hanya bertanggungjawab sebatas untuk mengantarkan korban sampai ke rumah sakit. Mengenai untuk biaya pengobatan sendiri, lanjut dia, pihak Slanik sendiri tidak bertanggungjawab dan sepenuhnya ditanggung oleh korban.
"Kewajiban Slanik hanya sebatas mengantar sampai ke rumah sakit, sementara seluruh biaya pengobatan dibebankan sepenuhnya kepada korban," tukasnya.
Sebelumnya, seorang pria berusia 27 tahun, LT warga Bandarlampung terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami luka robek di bagian kepalanya akibat terkena keramik lancip saat berada di dalam kolam renang Slanik Waterpark yang berada di Jati Agung, Lampung Selatan beberapa hari lalu.
Perisitiwa tersebut terjadi pada Sabtu sore tanggal 24 Oktober 2026 sekitar Pukul 15.00 WIB saat LT berada di area kolam anak ingin berenang. Kondisi air yang terlihat kotor dan keruh membuat LT tidak bisa melihat, dengan biasanya ia berenang hingga terjadinya benturan keras yang mengakibatkan robek dibagian kepalanya akibat diduga ada keramik lancip yang menonjol.
Saat kejadian LT hanya diberi sehelai kain kasa untuk menahan keluarnya darah yang terus mengalir. Dengan kepala masih dibalut kain, LT kemudian dibawa keluar menuju klinik terdekat. Namun klinik tersebut tidak memadai, sehingga LT terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat berada di rumah sakit, LT menyebutkan bahwa buruknya penanganan insiden kecelakaan di area kolam atas peristiwa yang menimpanya. Ia juga menyebutkan bahwa buruknya standar kebersihan di kolam renang Slanik Waterpark tersebut khususnya dia area kolam anak yang dinilainya sangat kotor serta membahayakan keselamatan pengunjung khususnya terhadap anak-anak.
Dalam peristiwa yang menimpanya tersebut, LT juga meminta agar pihak manajemen Slanik Waterpark membantu dirinya untuk meringankan biaya pengobatannya tersebut.
“Saya ingin pihak manajemen kolam ikut bertanggung jawab atas apa yang saya alami ini. Setidaknya membantu separuh dari biaya pengobatan yang nantinya akan kami keluarkan,” kata LT kepada media.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.