Fakta Nasional

Sokong Hilirisasi Nasional, Total Kapasitas Smelter Tembaga Freeport Kini Tembus 3 Juta Ton

FAKTANASIONAL.NET — PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam mendukung program hilirisasi tembaga nasional. Melalui pengoperasian dua fasilitas pemurnian dan pengolahan ( smelter ) di Gresik, Jawa Timur, perusahaan kini me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 11 June 2026 📖 2 menit
Sokong Hilirisasi Nasional, Total Kapasitas Smelter Tembaga Freeport Kini Tembus 3 Juta Ton
Melalui pengoperasian dua smelter, PTFI kini memiliki total kapasitas pemurnian hingga 3 juta ton per tahun./Dok. Kumparan

FAKTANASIONAL.NET — PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam mendukung program hilirisasi tembaga nasional.

Melalui pengoperasian dua fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) di Gresik, Jawa Timur, perusahaan kini mengantongi total kapasitas pemurnian mencapai 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Senior Vice President Government Relations PTFI, Harry Pancasakti, menjelaskan bahwa pembangunan kedua fasilitas pengolahan ini merupakan bagian dari pemenuhan komitmen kepatuhan regulasi perusahaan dari masa ke masa.

Fasilitas pertama didirikan sebagai bagian dari kewajiban dalam perpanjangan Kontrak Karya terdahulu yang mengamanatkan pembangunan fasilitas pemurnian tembaga perdana di tanah air.

"Dari kerja sama dengan Jepang, terbangunlah smelter pertama dan dioperasikan di tahun 1998 di Kabupaten Gresik," ujar Harry dalam acara Prime News CNN Indonesia TV, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Tambahan 12% Saham Freeport Tanpa Biaya dan Investasi Exxon USD10 Miliar

Harry menambahkan, kapasitas smelter pertama tersebut pada awalnya hanya mampu mengolah sekitar 1 juta ton konsentrat per tahun, sebelum akhirnya berhasil ditingkatkan dayanya menjadi 1,3 juta ton per tahun.

Mandat IUPK dan Operasional Smelter Kedua

Sementara itu, pembangunan smelter kedua merupakan amanat langsung dari perubahan status hukum perusahaan.

Pasca-perubahan status Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada tahun 2018, PTFI mendapatkan mandat untuk membangun satu fasilitas smelter tambahan dengan target kapasitas sebesar 2 juta ton.

Untuk memenuhi target tersebut, Freeport merealisasikannya dengan membangun unit fasilitas baru berkapasitas 1,7 juta ton, yang kemudian dikombinasikan dengan hasil ekspansi optimal dari smelter lama sebesar 1,3 juta ton.

"Kombinasi dari kapasitas kedua smelter ini adalah 3 juta ton konsentrat per tahun yang dapat dimurnikan," jelas Harry.

Sebagai catatan, fasilitas smelter terbaru milik Freeport ini bertempat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Saat diresmikan pada Rabu, 27 Juni 2024 lalu, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan bahwa fasilitas pemurnian tembaga dengan sistem single line ini merupakan yang terbesar di dunia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Smelter PT Freeport Indonesia, Ini Perkiraan Keuntungan yang Didapat Indonesia 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK