Strategi Prabowo Mengatasi Keamanan di Laut China Selatan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan strategi diplomatik yang visioner untuk mengurangi ketegangan di Laut China Selatan, sebuah kawasan sengketa yang melibatkan negara-negara ASEAN dan China. Dalam sesi ADF Talks di A…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan strategi diplomatik yang visioner untuk mengurangi ketegangan di Laut China Selatan, sebuah kawasan sengketa yang melibatkan negara-negara ASEAN dan China.
Dalam sesi ADF Talks di Antalya, Turki, Jumat (11/4/2025), Presiden Prabowo mengungkapkan bagaimana pengalaman Indonesia menyelesaikan permasalahan zona ekonomi eksklusif (ZEE) dengan Vietnam setelah puluhan tahun tumpang tindih klaim wilayah menjadi pelajaran penting.
Melalui pendekatan dialog dan kolaborasi, ia menekankan prinsip saling menghormati sebagai kunci stabilitas dan perdamaian kawasan.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo dengan tegas menyampaikan keberhasilan Indonesia dalam menyelesaikan persoalan tumpang tindih wilayah dengan Vietnam.
Keberhasilan ini tak lepas dari semangat kolaborasi dan negosiasi yang intens.
Ia juga mendorong rekan-rekannya, seperti Perdana Menteri Malaysia, untuk menyelesaikan isu serupa melalui pendekatan damai dan kerja sama lintas negara.
Pengalaman ini menjadi contoh konkret bahwa penyelesaian sengketa perbatasan dapat dicapai dengan komunikasi terbuka dan kesepakatan bersama.
Tidak hanya berhenti pada penyelesaian politik, Presiden Prabowo juga mengusulkan inisiatif teknis untuk mengelola sumber daya di wilayah yang disengketakan.
Ia mengajukan pendataan jumlah kapal nelayan dan sistem perizinan bersama sebagai langkah preventif terhadap overfishing serta untuk meningkatkan manfaat ekonomi dari hasil perikanan.
Pendekatan ini tidak hanya mengedepankan kepentingan nasional, namun juga membuka ruang kerjasama dengan negara-negara tetangga, termasuk China, guna menciptakan kondisi yang saling menguntungkan secara internasional.
Pendekatan diplomasi multinasional yang diusung Presiden Prabowo merupakan strategi yang menyasar akar permasalahan warisan kolonialisme, di mana garis batas masih menjadi masalah krusial.
Ia mengajak seluruh pemimpin dunia untuk bersama-sama menciptakan tatanan baru yang berdasarkan hukum internasional dan prinsip keadilan.
Keseriusan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan kawasan yang dinamis dan beragam.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.