Fakta Nasional

Studi Nature Climate Change: 10% Orang Terkaya Picu Dua Pertiga Pemanasan Global

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Climate Change mengungkap bahwa kelompok 10 persen orang terkaya di dunia bertanggung jawab atas dua pertiga pemanasan global sejak tahun 1990. Temuan ini menegaska…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 09 May 2025 📖 1 menit
Studi Nature Climate Change: 10% Orang Terkaya Picu Dua Pertiga Pemanasan Global
Studi Nature Climate Change: 10% Orang Terkaya Picu Dua Pertiga Pemanasan Global/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Climate Change mengungkap bahwa kelompok 10 persen orang terkaya di dunia bertanggung jawab atas dua pertiga pemanasan global sejak tahun 1990.

Temuan ini menegaskan pentingnya akuntabilitas iklim, terutama atas jejak karbon investasi dan konsumsi miliarder.

Para peneliti, dipimpin Sarah Schoengart dari ETH Zurich, menggabungkan data ekonomi dengan simulasi iklim untuk mengukur emisi berdasarkan kelompok pendapatan.

Hasilnya menunjukkan satu persen orang terkaya menyumbang peningkatan 26 kali lipat terjadinya gelombang panas ekstrem dan 17 kali lipat kekeringan di Amazon dibandingkan rata-rata global.

Khususnya di AS dan Tiongkok, kontribusi mereka menggandakan intensitas cuaca ekstrem.

Penelitian ini menegaskan bahwa pajak progresif atas kekayaan dan investasi berintensitas karbon tinggi lebih adil daripada pajak karbon luas.

Namun, upaya global untuk menerapkan pajak semacam itu masih terhambat oleh kepentingan politik dan logistik implementasi.

Contohnya, proposal pajak 2% untuk individu berwajib minimal US$1 miliar dalam KTT G-20 Brasil tahun lalu belum ditindaklanjuti.

Dengan semakin nyata dampak krisis iklim, para ilmuwan menekankan bahwa kebijakan tanpa menyasar jejak karbon elit superkaya berisiko gagal memitigasi kerusakan masa depan.

Tindakan kolektif dan penegakan pajak progresif menjadi kunci pekerjaan rumah dunia.

Studi ini menantang paradigma bahwa emisi iklim hanya tanggung jawab negara atau perusahaan.

Dengan menunjukkan dominasi jejak karbon orang terkaya, penelitian membuka jalan bagi kebijakan fiskal yang lebih adil dan efektif untuk menahan laju pemanasan global.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK