Fakta Nasional

Survei Pemilu Israel: Oposisi Unggul Tipis dari Koalisi Netanyahu

FAKTANASIONAL.NET - Partai-partai oposisi Israel mencatat keunggulan tipis atas koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam survei terbaru menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Jajak pendapat yang dila…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 06 October 2026 📖 1 menit
Survei Pemilu Israel: Oposisi Unggul Tipis dari Koalisi Netanyahu
Netanyahu Dilaporkan Ke Kejagung /(Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Partai-partai oposisi Israel mencatat keunggulan tipis atas koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam survei terbaru menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang.

Jajak pendapat yang dilakukan lembaga penyiaran publik KAN memperlihatkan partai-partai rival Netanyahu diproyeksikan meraih 52 kursi, sementara koalisi yang dipimpinnya memperoleh 51 kursi di Knesset.

Namun, angka tersebut belum cukup bagi kedua kubu untuk membentuk pemerintahan secara mandiri. Mereka masih membutuhkan sedikitnya 61 kursi untuk mencapai mayoritas di parlemen Israel.

Dalam rincian survei, Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot masih berada di posisi teratas dengan proyeksi 23 kursi. Di bawahnya terdapat Likud, partai yang dipimpin Netanyahu, dengan 21 kursi.

Partai Beyahad pimpinan Naftali Bennett diperkirakan memperoleh 12 kursi. Sementara itu, Partai Demokrat yang dipimpin Yair Golan diproyeksikan mendapatkan delapan kursi.

Jewish Power juga diperkirakan mengamankan delapan kursi. Adapun Zionisme Religius-Zehut yang dipimpin Bezalel Smotrich diproyeksikan meraih enam kursi.

Hasil survei tersebut muncul bersamaan dengan keputusan Komite Pemilihan Pusat Israel pada Minggu (4/10). Komite memutuskan Netanyahu harus membayar denda sebesar 29 ribu shekel atau sekitar Rp170 juta karena menggunakan tentara untuk kegiatan kampanye.

Netanyahu telah memimpin Israel sejak Desember 2022. Selama masa kepemimpinannya, Israel terus terlibat dalam konflik bersenjata.

Selain persoalan politik, Netanyahu juga masih menghadapi perkara korupsi yang proses persidangannya berjalan. Ia turut menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK