Target Pertumbuhan 8 Persen, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kampus Jadi Motor Ekonomi Kreatif
FAKTANASIONAL.NET – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi pusat inovasi guna mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan pe…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi pusat inovasi guna mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menteri Brian menilai sinergi antara kampus, industri, dan pemerintah daerah merupakan fondasi wajib untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) menuju Indonesia Emas 2045.
Tantangan Pendapatan Per Kapita
Baca Juga: Atasi Krisis Dokter Spesialis, Universitas Cenderawasih Buka Program Pendidikan Anestesiologi Pertama di PapuaDalam paparannya, Mendiktisaintek menyoroti ketertinggalan pendapatan per kapita Indonesia dibandingkan negara-negara Asia lainnya.
Ia menyebutkan bahwa lompatan besar dalam produktivitas adalah syarat mutlak untuk menjadi negara maju.
“Definisi negara maju itu adalah banyak, tetapi yang bisa diukur adalah pendapatan per kapita kita harus US$15.500 ke atas. Indonesia sekarang berada di angka sekitar US$5.500,” ujar Menteri Brian.
Angka tersebut ia bandingkan dengan Singapura yang telah mencapai US$80.000, Jepang dan Korea Selatan di kisaran US$60.000, serta Tiongkok yang berada pada angka US$14.000.
Data ini, menurutnya, mempertegas urgensi bagi Indonesia untuk melakukan terobosan berbasis sains dan teknologi.
Inovasi Sebagai Mesin Pertumbuhan
Mendiktisaintek menekankan bahwa visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang agresif hanya bisa terwujud jika riset di perguruan tinggi memiliki dampak langsung pada sektor ekonomi kreatif dan kewirausahaan.
“Persyaratan untuk melipatgandakan pertumbuhan ekonomi itu adalah kreativitas dan inovasi terobosan yang diiringi dengan basis sains dan teknologi,” jelasnya.
Kampus diharapkan tidak lagi hanya fokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga melahirkan model bisnis baru dan teknologi terapan yang mampu meningkatkan daya saing UMKM serta industri kreatif di daerah.
Kolaborasi Melalui "Astakarya"
Rakornas Gekrafs 2026 yang mengusung tema “Astakarya: Akselerasi Karya, Transformasi Ekonomi Indonesia” menjadi momentum bagi Kemendiktisaintek untuk memperkuat jejaring antara akademisi dan pelaku ekonomi kreatif.
Menteri Brian menyatakan kesiapan kementeriannya untuk memfasilitasi kerja sama antara perguruan tinggi dan komunitas lokal guna menggali potensi ekonomi daerah berbasis inovasi.
Ia menutup arahannya dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang berupaya menaikkan kelas UMKM Indonesia melalui jalur sains dan kreativitas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.