Fakta Nasional

Tarif Impor RI ke AS Turun Jadi 15 Persen Usai Kebijakan Trump Dibatalkan MA

FAKTANASIONAL.NET – Produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) kini dikenakan tarif global sebesar 15%, turun dari kesepakatan sebelumnya sebesar 19%. Penyesuaian ini terjadi setelah Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat membatalkan kebijakan tar…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 28 February 2026 📖 1 menit
Tarif Impor RI ke AS Turun Jadi 15 Persen Usai Kebijakan Trump Dibatalkan MA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI - Airlangga Hartanto/Mulai 1 Juni 2026, pemerintah mewajibkan eksportir SDA merepatriasi 100 persen devisa hasil ekspornya ke bank-bank Himbara sesuai PP Nomor 21 Tahun 2026.(Dok. Kemenko)

FAKTANASIONAL.NET – Produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) kini dikenakan tarif global sebesar 15%, turun dari kesepakatan sebelumnya sebesar 19%.

Penyesuaian ini terjadi setelah Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sempat diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Kesepakatan Dagang Tetap Berjalan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa perubahan ini mengikuti dinamika hukum di AS.

Meskipun tarif berubah, perjanjian bilateral Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS dinyatakan tetap berlaku.

Baca Juga: Ambisi Greenland: Donald Trump Ancam Tarif Dagang bagi Negara Pembangkang

“Tarif kan global, tarif 15 persen, maka yang berlaku adalah global tarif yang 15 persen,” ujar Airlangga saat memberikan keterangan di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa penurunan tarif dari 19% ke 15% ini layaknya sebuah "diskon" bagi Indonesia. Ia juga memastikan kesepakatan ART akan efektif dalam waktu dekat.

“(Yang ART) Nggak batal, itu kan baru berlaku sesudah 90 hari dan sesudah ratifikasi. Dapat diskon jadi 15 persen, (dari 19 persen),” jelasnya.

Fasilitas Bebas Bea Masuk Tetap Aman

Kabar baik lainnya bagi eksportir adalah tetap berlanjutnya fasilitas bebas bea masuk (nol persen) untuk ribuan produk unggulan RI. Sektor-sektor yang selama ini menjadi andalan pasar ekspor diharapkan dapat terus melakukan ekspansi pasar.

“Komoditas-komoditas tetap nol persen. Ya kalau bea masuk nol untuk sektor yang 1.600 lebih itu kan salah satu andalan kita. Jadi diharapkan marketnya bisa ekspansi. Yang dari 0 persen ke sekarang juga memang sudah 0 persen,” tambah Airlangga.

Sebelumnya, dinamika tarif di AS sempat memicu ketidakpastian global.

Setelah kebijakan tarif awalnya dibatalkan oleh MA, Presiden Donald Trump sempat mengumumkan tarif global sebesar 10% dengan dasar hukum yang berbeda.

Namun, sehari berselang, Trump menaikkan tingkat tarif global tersebut menjadi 15%.

Bagi Indonesia, tarif 15% ini jauh lebih rendah dibandingkan ancaman tarif awal yang sempat menyentuh angka 32% sebelum adanya negosiasi bilateral.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK