Fakta Nasional

Tembus Level Psikologis Baru, Rupiah Ambles ke Rp18.001 per Dolar AS Pagi Ini

FAKTANASIONAL.NET – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya resmi menembus level psikologis baru pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Mata uang Garuda terpantau tak bertenaga dan melewati ambang batas Rp18.000 per dolar AS…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 04 June 2026 📖 2 menit
Tembus Level Psikologis Baru, Rupiah Ambles ke Rp18.001 per Dolar AS Pagi Ini
Nilai tukar rupiah yang resmi melampaui level psikologis Rp18.000 per dolar AS akibat sentimen negatif konflik Timur Tengah, Kamis (4/6/2026)./(Foto: Ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya resmi menembus level psikologis baru pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi.

Mata uang Garuda terpantau tak bertenaga dan melewati ambang batas Rp18.000 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan dari hari sebelumnya yang ditutup pada posisi Rp17.966 per dolar AS.

Melansir data Investing pukul 06.20 WIB, rupiah bergerak melemah 0,43 persen atau merosot sekitar 76,3 poin ke posisi Rp18.001 per dolar AS. Bahkan, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, pergerakan rupiah sempat menyentuh titik terlemahnya di level Rp18.013 per dolar AS.

Menkeu Purbaya Bantah Isu Kebijakan Fiskal "Ngawur"

Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.812 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Tidak Masuk Akal dan APBN Tetap Aman

Pelemahan tajam ini memicu spekulasi di pasar domestik terkait ketahanan ekonomi nasional. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras tudingan yang menyebut kemerosotan nilai tukar rupiah disebabkan oleh tata kelola fiskal pemerintah yang ugal-ugalan.

Purbaya menegaskan bahwa postur anggaran dan kondisi fiskal Indonesia pada tahun 2026 ini justru berada dalam kondisi yang jauh lebih sehat dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh efektivitas reformasi perpajakan.

"Banyak yang bilang (rupiah melemah) gara-gara (kebijakan) fiskalnya berantakan. Kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, pertumbuhan penerimaan pajak yang kuat pada tahun ini menjadi bukti sahih bahwa fondasi ekonomi dalam negeri sebenarnya masih cukup kokoh.

Faktor Eksternal: Konflik AS-Iran dan Ketidakpastian Global

Para analis pasar uang sepakat bahwa hantaman keras terhadap rupiah kali ini murni dipicu oleh faktor geopolitik global yang kian memanas di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pengamat mata uang Ariston Tjendra menjelaskan, ketidakpastian regional ini berimbas langsung pada lonjakan harga komoditas energi yang pada akhirnya menekan mata uang negara berkembang.

"Penggerak utama pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih soal konflik AS dan Iran. Kabar terbaru, AS dan Iran masing-masing belum sepakat damai, bahkan saling serang yang mendorong kenaikan harga minyak mentah," ungkap Ariston.

Senada dengan Ariston, analis mata uang Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa pelaku pasar saat ini diliputi kekhawatiran tinggi atas terganggunya pasokan energi global.

Negosiasi yang buntu antara AS dan Iran membuat investor cenderung mengamankan aset mereka ke mata uang safe-haven seperti dolar AS, sehingga menekan posisi rupiah ke level terendahnya tahun ini.

Baca Juga: Bukan Cuma Rupiah, Mata Uang Negara Ini Ikut Ambruk Dihantam Konflik Global


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK