Rupiah Sentuh Rp17.812 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Tidak Masuk Akal dan APBN Tetap Aman

Nilai tukar rupiah pada Kamis (11/6) pagi dibuka melemah tipis ke level Rp17.952 per dolar AS akibat tekanan sentimen global./(ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET  — Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada bursa perdagangan Rabu (27/5/2026). Berdasarkan data dari Bloomberg, mata uang garuda bertengger di level Rp17.812 per dolar AS, atau mengalami penurunan sebesar 17 poin yang setara dengan 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Merespons tekanan fluktuasi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai koreksi nilai tukar yang terjadi saat ini sebenarnya tidak mencerminkan fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, fondasi makroekonomi domestik saat ini masih berada dalam posisi yang solid.

“Kan fundamentalnya bagus, sebetulnya nggak masuk akal. Rupiah melemah itu kalau ada gangguan,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Tipu Korban Miliaran Rupiah, Modus Jual Beli Titik Layanan Gizi Disikat BGN dan Polri

Saat dimintai tanggapan oleh awak media mengenai sejauh mana pemerintah melakukan uji ketahanan (stress test) terhadap pelemahan nilai tukar ini, Menkeu sempat melempar kelakar ringan.

“Ya saya yang stres hahaha,” kelakar Purbaya di hadapan media.

Skenario APBN Kuat, Tidak Perlu Kalkulasi Ulang

Di luar candaan tersebut, Menkeu Purbaya menjamin pergerakan rupiah ke arah Rp17.800-an ini tidak akan memaksa kementeriannya untuk membongkar atau menghitung ulang postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menjelaskan bahwa bendahara negara telah memitigasi risiko dengan menyusun berbagai simulasi batas atas (stress test) yang berlapis, termasuk mengombinasikan lonjakan harga minyak mentah dunia dengan depresiasi kurs.