Fakta Nasional

Tensi Geopolitik Membaik, Harga Minyak Dunia Merosot Tajam ke Level 82 Dolar AS

FAKTANASIONAL.NET — Pasar minyak dunia merespons positif laporan terkait kesediaan Iran untuk menghentikan serangan, dengan syarat Amerika Serikat (AS) tidak melanjutkan aksi militernya. Sinyal redanya ketegangan ini langsung memicu penurunan harga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 28 July 2026 📖 1 menit
Tensi Geopolitik Membaik, Harga Minyak Dunia Merosot Tajam ke Level 82 Dolar AS
Aktivitas pengangkutan minyak mentah dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik Timur Tengah dan stok persediaan AS./(Pixabay)

FAKTANASIONAL.NET — Pasar minyak dunia merespons positif laporan terkait kesediaan Iran untuk menghentikan serangan, dengan syarat Amerika Serikat (AS) tidak melanjutkan aksi militernya.

Sinyal redanya ketegangan ini langsung memicu penurunan harga minyak secara drastis pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026.

Minyak mentah acuan Brent untuk kontrak pengiriman September tercatat turun tajam sebesar 8,7 persen dan ditutup pada level 88,36 Dolar AS per barel.

Langkah serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September yang merosot 7,5 persen menjadi 82,61 Dolar AS per barel.

Premi Risiko Geopolitik Mulai Menghilang

Penurunan signifikan ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Baca Juga: Houthi Blokade Bab Al Mandab, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh dan Harga Berpotensi Melonjak

Selama hampir dua pekan terakhir, memanasnya konflik antara AS dan Iran sempat mendorong lonjakan harga minyak akibat ketakutan akan terganggunya jalur distribusi energi vital di kawasan Timur Tengah.

Sikap kooperatif Iran yang menyatakan akan menghentikan serangan selama AS bersedia menahan diri memunculkan harapan baru bahwa konflik militer tidak akan meluas.

Membaiknya prospek keamanan kawasan membuat fokus pelaku pasar beralih kembali ke kondisi pasokan minyak yang dinilai relatif stabil.

Akibatnya, premi risiko geopolitik yang sebelumnya memicu lonjakan harga minyak secara bertahap mulai menghilang dari pasar.

Pasar Tetap Waspada

Meskipun harga mengalami penurunan cukup tajam, para pelaku pasar ditegaskan untuk tidak meremehkan potensi dinamika mendatang.

Mereka dipastikan bakal terus memantau perkembangan hubungan diplomatik maupun militer antara AS dan Iran.

Mengingat tingginya sensitivitas sektor energi, setiap perubahan situasi atau insiden tak terduga di kawasan Timur Tengah diyakini masih berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dalam waktu singkat.

Baca Juga: Bahas Geopolitik dan Stabilitas Nasional di Tengah Pelemahan Rupiah, Rapat Komisi I DPR dan BIN Digelar Tertutup


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK