Fakta Nasional

Tensi Geopolitik Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Dunia Langsung Terperosok Jatuh

FAKTANASIONAL.NET - Lonjakan tajam harga komoditas energi yang sempat memicu kepanikan pekan lalu akhirnya menemui titik balik. Pada pembukaan perdagangan Rabu (6/5/2026) pagi, pergerakan harga minyak dunia kembali mengalami koreksi signifikan. Sent…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 07 May 2026 📖 1 menit
Tensi Geopolitik Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Dunia Langsung Terperosok Jatuh
Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET - Lonjakan tajam harga komoditas energi yang sempat memicu kepanikan pekan lalu akhirnya menemui titik balik. Pada pembukaan perdagangan Rabu (6/5/2026) pagi, pergerakan harga minyak dunia kembali mengalami koreksi signifikan.

Sentimen pasar berubah drastis menyusul mencuatnya secercah harapan terkait resolusi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan rujukan data dar Refinitiv, patokan harga minyak jenis Brent anjlok ke level US$108,12 per barel. Nasib serupa dialami oleh minyak mentah *West Texas Intermediate* (WTI) yang meluncur turun hingga menyentuh angka US$100,75 per barel.

Penurunan tajam ini secara resmi memperpanjang tren pelemahan dua hari berturut-turut. Padahal, hanya berselang hitungan hari, minyak Brent sempat meroket tajam di atas posisi US$114,44 pada perdagangan awal pekan.

Perubahan haluan pasar yang radikal ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia secara terbuka mengisyaratkan adanya kemajuan pesat menuju kesepakatan damai komprehensif dengan pihak Iran.

Bahkan, armada militer AS dilaporkan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal tanker di perairan tersebut demi memberikan ruang negosiasi yang kondusif.

Harapan akan kembali lancarnya aliran minyak dari Selat Hormuz sukses menghapus kekhawatiran pelaku pasar. Rute strategis ini sangat krusial karena mendistribusikan hampir seperlima suplai energi global.

Kendati blokade pelabuhan Iran secara teknis masih berlanjut, ketegangan militer yang mulai mengendur terbukti ampuh memicu aksi jual massal di bursa.

Dari kacamata fundamental, laporan stok minyak mentah Amerika Serikat sejatinya mencatatkan penurunan masif sebesar 8,1 juta barel. Persediaan bensin dan cadangan distilat juga kompak menyusut drastis. Data ini mengonfirmasi bahwa pasokan dunia sedang sangat ketat.

Namun, spekulan pasar memprioritaskan sentimen meredanya tensi Timur Tengah yang sebelumnya menjadi katalis utama pendorong reli harga.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK