Tensi Global Memanas! Pemimpin Tertinggi Iran Larang Ekspor Uranium Diperkaya
FAKTANASIONAL.NET - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali menegang setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengeluarkan dekret tegas terkait program nuklir negara tersebut. Teheran secara resmi melarang pengiriman persediaa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali menegang setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengeluarkan dekret tegas terkait program nuklir negara tersebut.
Teheran secara resmi melarang pengiriman persediaan uranium yang diperkaya mendekati tingkat senjata nuklir ke luar negeri.
Dilansir dari Reuters pada 22 Mei, keputusan mutlak ini langsung mementahkan salah satu tuntutan utama Amerika Serikat (AS) dalam meja perundingan damai yang sedang berlangsung.
Seorang sumber internal senior Iran yang berbicara secara anonim membenarkan bahwa seluruh lembaga pemerintahan telah mencapai konsensus bulat mengenai kebijakan krusial ini.
Para pejabat tinggi Teheran meyakini bahwa menyerahkan material sensitif tersebut ke pihak luar hanya akan membuat pertahanan domestik mereka menjadi jauh lebih rentan.
Mereka mengkhawatirkan potensi serangan militer susulan di masa depan oleh Washington maupun Israel, terlebih setelah perang terbuka sempat pecah menyusul agresi awal pada akhir Februari lalu.
Saat ini, gencatan senjata yang rapuh memang sedang berjalan di kawasan tersebut, meskipun situasi di lapangan tetap kritis akibat keterlibatan berbagai pihak, termasuk konflik sekunder antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Upaya perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan pun masih menemui jalan buntu akibat blokade AS di pelabuhan Iran serta kendali ketat Teheran atas Selat Hormuz sebagai jalur minyak dunia.
Ditambah lagi, pihak Iran mengendus taktik mencurigakan dari militer Amerika yang diduga sedang mempersiapkan gelombang serangan udara baru.
Di lain pihak, Donald Trump menegaskan kesiapan AS untuk melanjutkan agresi militer jika Iran menolak kesepakatan damai. Sikap keras Trump ini mengubah posisi diplomasi Iran yang sebelumnya sempat bersedia mengekspor setengah dari persediaan uranium mereka.
Meski demikian, Teheran mengklaim masih ada solusi rasional lain tanpa harus mengirim uranium ke luar negeri, seperti melakukan pengenceran persediaan di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA).[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.