Fakta Nasional

Tensi Selat Hormuz Mereda, Bursa Saham Asia dan Wall Street Langsung Pesta Pora

FAKTANASIONAL.NET - Awal pekan ini menjadi momen kebangkitan yang signifikan bagi pasar saham global. Mayoritas bursa Asia kompak menghijau seiring mencuatnya optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz yang berdampak langsung pada merosotnya harga min…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 25 May 2026 📖 2 menit
Tensi Selat Hormuz Mereda, Bursa Saham Asia dan Wall Street Langsung Pesta Pora
Amerika Serikat terus memperketat blokade maritim terhadap Iran dan tercatat telah mengalihkan sedikitnya 115 kapal komersial yang mencoba mengakses pelabuhan Teheran./(fkn)

FAKTANASIONAL.NET - Awal pekan ini menjadi momen kebangkitan yang signifikan bagi pasar saham global. Mayoritas bursa Asia kompak menghijau seiring mencuatnya optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz yang berdampak langsung pada merosotnya harga minyak mentah dunia.

Mengutip laporan dari CNBC Internasional pada 25 Mei, sentimen positif ini berhasil menggerakkan roda pasar setelah sebelumnya sempat terguncang hebat akibat blokade pelabuhan Iran oleh otoritas Washington.

Kepanikan pasar energi berangsur pulih pasca pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa proses negosiasi dengan pihak Iran kini berjalan dengan sangat tertib dan konstruktif.

Sang Presiden turut menginstruksikan para perwakilannya agar tidak tergesa-gesa dalam menandatangani kesepakatan akhir, karena ia meyakini penuh bahwa waktu sedang berpihak pada mereka.

Sinyal positif dari negosiasi ini langsung memukul mundur harga emas hitam dunia secara masif. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Juli tercatat anjlok signifikan sebesar 4,52 persen ke level US$92,23 per barel.

Nasib serupa juga dialami oleh Brent crude untuk kontrak bulan Juli yang ikut terkoreksi hingga 4,51 persen menuju posisi US$98,87 per barel pada sesi perdagangan awal di zona Asia.

Efek domino dari meredanya tensi geopolitik ini paling terasa di lantai bursa saham Jepang. Pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, indeks saham Nikkei 225 sukses mencetak rekor fantastis dengan melesat 1,48 persen ke posisi 64.278,49, menembus level psikologis 64.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Indeks Topix juga tidak mau ketinggalan mengekor dengan penguatan sebesar 0,65 persen.

Di sisi lain, pergerakan indeks S&P/ASX 200 di Australia terpantau relatif stagnan. Bursa saham Korea Selatan dan Hong Kong hari ini ditutup karena peringatan libur nasional, begitu pula dengan pasar saham di Amerika Serikat yang tengah memperingati Memorial Day.

Namun pada penutupan Wall Street di hari Jumat sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average telah memimpin reli dengan kenaikan 0,58 persen ke rekor baru di level 50.579,70, disusul oleh indeks S&P 500 dan Nasdaq.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK