Terungkap! Taktik Cerdik Pakistan Damaikan AS dan Iran, Sempat Libatkan China?
FAKTANASIONAL.NET - Di balik layar perundingan damai Amerika Serikat dan Iran yang menyedot perhatian dunia, ada satu negara yang memainkan peran amat vital sebagai mediator. Selama beberapa minggu terakhir, Pakistan secara aktif bertindak sebagai p…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Di balik layar perundingan damai Amerika Serikat dan Iran yang menyedot perhatian dunia, ada satu negara yang memainkan peran amat vital sebagai mediator.
Selama beberapa minggu terakhir, Pakistan secara aktif bertindak sebagai perantara utama antara Washington dan Teheran, dengan tekun menyampaikan pesan penting secara bolak-balik di antara kedua negara yang tengah berseteru hebat tersebut.
Usaha diplomasi yang tak kenal lelah ini pada akhirnya sukses membuahkan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang sangat melegakan banyak pihak terkait.
Perundingan damai yang kini sedang berlangsung di Islamabad merupakan sebuah langkah lanjutan logis yang lahir dari kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator utama, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan bahwa tujuan utama perundingan ini adalah untuk bernegosiasi lebih intensif demi mencapai sebuah kesepakatan akhir yang konklusif guna menyelesaikan seluruh sengketa. Proses panjang ini sama sekali tidak berjalan mulus sejak awal.
Tepat sebelum gencatan senjata berhasil disepakati secara mutlak, Pakistan dilaporkan sempat meneruskan proposal rencana perdamaian lima belas poin dari pihak Amerika Serikat kepada otoritas Iran. Sayangnya, rencana awal tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Teheran tanpa banyak pertimbangan, membuat diplomasi menemui hambatan yang cukup berarti.
Menghadapi penolakan keras tersebut, pemerintah Pakistan sama sekali tidak menyerah dalam misinya. Negara ini kembali mengambil inisiatif strategis yang sangat berani ketika Menteri Luar Negeri mereka, Ishaq Dar, secara khusus terbang jauh menuju Beijing.
Tujuan utamanya sangatlah jelas: mencari dukungan politik kuat dari China untuk sebuah rencana perdamaian lima poin alternatif yang diharapkan mampu menghentikan konflik ini secara permanen. Seluruh manuver diplomasi tingkat tinggi Pakistan ini tampaknya mulai membuahkan hasil yang manis.
Kerja keras ini terbukti saat Ishaq Dar dengan hangat menyambut kedatangan delegasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada hari Saturday, sesaat sebelum perundingan damai bersejarah tersebut resmi dimulai.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.