Tim Dakjar BNN Unjuk Kebolehan Simulasi Lenyapkan Sindikat Sabu di Brimob Kelapa Dua
FAKTANASIONAL.NET — Aksi kejar-kejaran hingga baku tembak mewarnai puncak simulasi Raid Planning Execution (RPE) oleh Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) Deputi Bidang Pemberantasan BNN di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Kor…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Aksi kejar-kejaran hingga baku tembak mewarnai puncak simulasi Raid Planning Execution (RPE) oleh Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) Deputi Bidang Pemberantasan BNN di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dikutip Sabtu (8/8/2026).
Simulasi berisiko tinggi tersebut digelar sebagai ajang unjuk kemampuan personel dalam melumpuhkan sindikat peredaran gelap narkotika jenis sabu.
Dalam peragaan itu, tim bergerak cepat mengepung kendaraan terduga pelaku sebelum melakukan pengembangan dengan menggerebek gudang penyimpanan dan distribusi narkoba.
Meski sempat mendapat perlawanan sengit dan baku tembak dari para pelaku, tindakan tegas serta terukur dari petugas berhasil mengamankan para tersangka beserta barang bukti.
Simulasi RPE ini menandai penutupan pelatihan intensif yang berlangsung selama tiga hari sejak Senin (3/8/2026).
Baca Juga: BNN Ringkus Dua WNA Rusia dan Sita 7,8 Kg Hashish Bernilai Miliaran Rupiah
Pelatihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan personel dalam menyusun rencana operasi, mengambil keputusan cepat, membangun koordinasi antartim, hingga mengeksekusi penindakan presisi dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam amanatnya menekankan bahwa profesionalisme, kedisiplinan, dan kesiapan personel merupakan kunci utama dalam menjalankan operasi penindakan narkotika yang efektif dan sesuai prosedur.
“Kita harus mengedepankan prinsip zero error dalam setiap operasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, baik dari anggota Kita sendiri maupun masyarakat. Karena itu, Saya mengajak seluruh personel untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh, mengasah kemampuan teknis, memperkuat fisik dan mental, serta tidak pernah merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki. Ingat, tantangan yang akan Kita hadapi di lapangan jauh lebih berat daripada apa yang Kita jalani dalam latihan ini,” tegas Suyudi.
Sebagai bentuk apresiasi, Kepala BNN RI turut menyerahkan penghargaan kepada tim terbaik kategori RPE dan Handling Suspect, serta tiga peserta dengan keterampilan menembak perorangan terbaik, yakni Kompol Muhammad Nur Hamid Amaruddin, Brigadir Polisi Diah Ayuningrum, dan Aipda Ibnu Muttaqien.
Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat terus memacu profesionalisme personel Direktorat Dakjar dalam menghadapi dinamika kejahatan narkotika di lapangan.
Baca Juga: Tok! Presiden Prabowo Teken PP Baru: Tarif Naturalisasi WNA Jadi WNI Naik Jadi Rp75 Juta
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.