Timor Leste Berduka, Eks Presiden Francisco Guterres Lú Olo Tutup Usia
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Timor Leste resmi menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan untuk menghormati mendiang mantan Presiden Francisco Guterres Lú Olo. Keputusan tersebut tertuang dalam resolusi 4/24 yang diterbitkan menyusul kabar…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Timor Leste resmi menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan untuk menghormati mendiang mantan Presiden Francisco Guterres Lú Olo.
Keputusan tersebut tertuang dalam resolusi 4/24 yang diterbitkan menyusul kabar duka yang menyelimuti negara tersebut pada Senin (22/6).
Dilansir dari situs resmi pemerintah Timor Leste, masa berkabung nasional ini berlangsung mulai Senin, 22 Juni pukul 15.00 hingga berakhir pada tengah malam tanggal 28 Juni 2026.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, pemerintah menginstruksikan seluruh instansi dan masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh wilayah negeri.
Francisco Guterres Lú Olo meninggal dunia pada hari Minggu di Prince Court Medical Center, Malaysia.
Meski sempat dikunjungi oleh Presiden Jose Ramos Horta yang menyebut kondisi mendiang dalam keadaan kritis, penyebab pasti meninggalnya tokoh tersebut hingga kini belum diungkapkan secara publik.
Presiden Jose Ramos Horta menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Guterres. Dalam pernyataan resminya, Horta menilai wafatnya eks presiden tersebut merupakan kehilangan besar bagi Timor Leste.
Ia mengenang mendiang sebagai patriot sejati yang memainkan peran sentral dalam perjuangan pembebasan nasional dan kepemimpinan di partai FRETILIN.
Lahir di Ossu pada 7 September 1954, jejak politik Guterres tidak terpisahkan dari sejarah panjang kemerdekaan Timor Leste. Sejak era kolonialisme Portugis hingga masa pasca-referendum 1999, ia konsisten mengabdi bagi negara.
Sepanjang kariernya, ia pernah menjabat sebagai presiden pertama Parlemen Nasional sebelum akhirnya memegang tampuk kepemimpinan negara sebagai Presiden Timor Leste periode 2017–2022. Dedikasinya dalam membangun demokrasi di Timor Leste akan selalu dikenang oleh rakyatnya.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.