Fakta Nasional

Timwas Haji DPR: Kacau! Makan Siang Datang Malam, Bus Telat 8 Jam

MAKKAH, FAKTANASIONAL.NET - Tim Pengawas Haji (Timwas Haji) DPR RI menemukan sejumlah kekacauan dalam logistik dan ketidakteraturan jadwal transportasi selama prosesi ibadah haji. Temuan tersebut terungkap saat anggota Timwas Haji DPR, Saan Mustopa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 09 June 2025 📖 2 menit
Timwas Haji DPR: Kacau! Makan Siang Datang Malam, Bus Telat 8 Jam
/net.
) -->

MAKKAH, FAKTANASIONAL.NET - Tim Pengawas Haji (Timwas Haji) DPR RI menemukan sejumlah kekacauan dalam logistik dan ketidakteraturan jadwal transportasi selama prosesi ibadah haji.

Temuan tersebut terungkap saat anggota Timwas Haji DPR, Saan Mustopa mengunjungi Maktab 42 dan Maktab 52, yang masing-masing dihuni oleh jemaah dari Karawang, Bekasi, dan Kabupaten Cirebon.

Dalam kunjungan tersebut, Saan menerima berbagai keluhan dari para jemaah terkait keterlambatan logistik dan ketidakteraturan jadwal transportasi selama prosesi ibadah haji.

Politisi Partai NasDem itu menegaskan, kunjungan ini penting untuk menyerap langsung aspirasi dan pengalaman para jemaah di lapangan, terutama terkait pelayanan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Saya ingin mendengar cerita langsung dari para jemaah. Di Maktab 52, mereka mengeluhkan makan siang yang seharusnya datang di siang hari, baru diterima malam. Artinya, ada keterlambatan cukup signifikan,” ungkap Saan dalam keterangannya yang dikutip, Senin (9/6/2025).

Selain itu, Saan juga menyoroti persoalan skema murur dan tanazul yang tidak berjalan optimal dalam pelaksanaan di lapangan.

Salah satu kasus paling mencolok adalah keterlambatan bus yang seharusnya menjemput jemaah sejak pukul 08.00 pagi, namun baru datang pukul 16.00 sore.

“Mereka sudah menunggu sejak pukul 07.00 pagi, tapi bis baru datang pukul 4 sore. Itu berarti mereka harus menunggu hingga delapan jam. Belum lagi tenda di Arafah yang juga bermasalah,” jelasnya.

Meskipun mengalami berbagai kendala, Saan mengapresiasi sikap para jemaah yang tetap sabar dan ikhlas menjalani ibadah. Namun ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terus-menerus terjadi.

“Ini harus menjadi catatan serius. Kekurangan yang dialami jemaah harus dievaluasi secara menyeluruh agar tidak terulang pada musim haji berikutnya. Harus ada perbaikan teknis secara bertahap,” ujarnya.

Saan juga menyinggung komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendorong perbaikan layanan haji. Ia menyebut, Presiden telah menunjukkan keberpihakan yang kuat kepada jemaah dengan upaya menekan biaya haji dan memaksimalkan pelayanan.

“Presiden ingin ibadah haji berjalan nyaman dan khusyuk, sehingga jemaah bisa meraih predikat haji mabrur. Maka seluruh penyelenggara haji harus bekerja keras dan punya kemampuan teknis untuk mewujudkan harapan tersebut,” tegas Wakil Ketua DPR RI itu.

Di akhir pernyataannya, Saan mengatakan para jemaah berharap pengalaman mereka menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan lebih baik dan tidak mengulang kekurangan yang sama.

“Jamaah sudah mengalami sendiri kekurangannya. Mereka tidak ingin jamaah berikutnya mengalami hal serupa. Maka harus ada perbaikan nyata dan menyeluruh,” tutupnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK