Fakta Nasional

Toko Fisik Ironbound Terpukul, Penjualan Heineken Ikut Tertekan

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Aksi penggerebekan imigran di Amerika Serikat (AS) telah menimbulkan dampak signifikan pada sektor ekonomi lokal, terutama di komunitas yang didominasi warga keturunan Latin. Kekhawatiran akan penegakan hukum imigr…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 14 November 2025 📖 1 menit
Toko Fisik Ironbound Terpukul, Penjualan Heineken Ikut Tertekan
Strategi Digital Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan UMKM/(Pixabay)

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Aksi penggerebekan imigran di Amerika Serikat (AS) telah menimbulkan dampak signifikan pada sektor ekonomi lokal, terutama di komunitas yang didominasi warga keturunan Latin. Kekhawatiran akan penegakan hukum imigrasi membuat banyak masyarakat Latin memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, berdampak langsung pada sepinya toko-toko fisik. Rosa Ludena, pemilik toko elektronik di kawasan Ironbound, Newark, yang mayoritas penduduknya orang Latin, merasakan penurunan drastis pada penjualannya. Situasi ini memicu kekhawatiran para pemilik usaha kecil mengenai kemampuan mereka membayar sewa jika tren penurunan ini terus berlanjut.

Fenomena ini juga dilaporkan terjadi di pasar loak Alamo, Texas Selatan, yang mengalami penyusutan jumlah pedagang hingga separuhnya setelah adanya penggerebekan. Selain bisnis kecil, perusahaan besar pun turut merasakan dampaknya. CEO Heineken, Dolf van den Brink, mengakui bahwa penjualan produknya di AS tertekan, khususnya merek-merek yang populer di kalangan pelanggan Hispanik atau masyarakat berbahasa Spanyol di AS. Gedung Putih sendiri menyatakan fokus utama kebijakan penegakan imigrasi adalah pada upaya anti-kejahatan untuk menjadikan komunitas Amerika lebih aman.

Peralihan ke Belanja Online Ancam UMKM Lokal

Menanggapi ketakutan ini, banyak penduduk Amerika-Spanyol mulai beralih ke pembelian barang secara daring atau online. Peralihan ini dinilai wajar oleh Kepala Ekonom National Retail Federation, Mark Mathews, mengingat adanya kekhawatiran terhadap perubahan dan penegakan kebijakan imigrasi. Dampak dari perubahan perilaku belanja ini tercermin dari lonjakan penjualan online raksasa ritel seperti Walmart, yang mencatat kenaikan signifikan sebesar 26% pada kuartal Mei-Juli, tertinggi setelah era pandemi.

Namun, tren belanja online ini membawa tantangan berat bagi para pengusaha skala kecil dan menengah (UMKM). Mereka kesulitan bersaing di dunia maya, baik dari segi harga maupun kehadiran online, dengan perusahaan ritel raksasa. Shan, manajer Tien Rong Gift Shop di Newark, mengungkapkan ketidakmampuan mereka berkompetisi dengan Walmart dalam hal harga maupun jangkauan online. Artinya, kekhawatiran keamanan imigran memicu perubahan pola konsumsi yang pada akhirnya justru dapat "menggusur" UMKM lokal karena kalah bersaing di platform digital.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK