Fakta Nasional

Tragedi Berdarah di Hokkaido: Mahasiswi WNI Tewas Ditikam Teman Sendiri

FAKTANASIONAL.NET - Sebuah kabar duka menyelimuti komunitas diaspora Tanah Air di Negeri Matahari Terbit. Suli Rahayu, seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia 21 tahun, tewas mengenaskan setelah ditikam di Kota Chitose, Prefektur Hokk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 07 June 2026 📖 2 menit
Tragedi Berdarah di Hokkaido: Mahasiswi WNI Tewas Ditikam Teman Sendiri
Aparat kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan mendalam dan berkoordinasi dengan Kedubes Korea Selatan terkait tewasnya seorang lansia WN Korsel yang diduga menjadi korban pembunuhan./Dok. Ist - Ilustrasi
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Sebuah kabar duka menyelimuti komunitas diaspora Tanah Air di Negeri Matahari Terbit. Suli Rahayu, seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia 21 tahun, tewas mengenaskan setelah ditikam di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang.

Pihak kepolisian setempat bergerak cepat dan telah berhasil mengamankan seorang pria, yang juga berasal dari Indonesia, sebagai tersangka utama pembunuhan sadis tersebut.

Dilansir dari laporan International Press pada Sabtu (6/6/2026), Kepolisian Hokkaido resmi mengidentifikasi tersangka dengan nama Mahamudi Agung Laksana Aji (27).

Pria yang berprofesi sebagai pekerja paruh waktu dan bermukim di Prefektur Chiba ini, awalnya ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan. Ia nekat menyerang Suli dengan senjata tajam di kawasan permukiman Shinano, Kota Chitose.

Insiden mengerikan tersebut meletus pada Jumat (5/6/2026) malam, tepatnya sekitar pukul 21.15 waktu Jepang. Lokasi penusukan tercatat berada di area perumahan sepi yang hanya berjarak 1,8 kilometer di arah barat laut Stasiun JR Chitose.

Korban Suli mengalami luka tusuk yang sangat fatal di area perut. Meski sempat dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawanya gagal diselamatkan.

Tragedi ini juga memakan korban tambahan. Seorang anggota polisi serta seorang kenalan korban turut menderita luka-luka saat berusaha meredam keberingasan pelaku.

Beruntung, pelaku akhirnya bisa dilumpuhkan, meski kedua korban selamat masih harus menjalani perawatan intensif. Saksi mata warga lokal berusia 50-an tahun bersaksi melihat korban terkapar bersimbah darah sebelum petugas medis berupaya memacu jantung korban (RJP) di jalanan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian sukses menyita dua bilah pisau yang diyakini kuat sebagai alat kejahatan.

Berdasarkan informasi penyidik, antara korban Suli dan tersangka Mahamudi diketahui sudah saling mengenal jauh sebelum insiden ini terjadi. Saat diinterogasi secara intensif, tersangka sama sekali tidak mengelak.

"Saya menikamnya dengan maksud pasti untuk membunuhnya," ucap Mahamudi secara dingin kepada tim penyidik.

Pengakuan frontal ini, ditambah dengan meninggalnya korban di rumah sakit, membuat pihak penegak hukum Jepang seketika meningkatkan status hukum kasus ini dari sekadar delik percobaan pembunuhan menjadi kasus pembunuhan penuh. Polisi kini terus mengulik motif terdalam pelaku.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK