Fakta Nasional

Tragedi Maut B-52: Pesawat Pembom AS Jatuh di Los Angeles, Delapan Orang Tewas

FAKTANASIONAL.NET - Kabar duka menyelimuti militer Amerika Serikat setelah pesawat pembom B-52 Stratofortress dilaporkan mengalami kecelakaan tragis. Insiden nahas ini terjadi sesaat usai armada tersebut lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Ed…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 17 June 2026 📖 1 menit
Tragedi Maut B-52: Pesawat Pembom AS Jatuh di Los Angeles, Delapan Orang Tewas
Tragedi Maut B-52: Pesawat Pembom AS Jatuh di Los Angeles, Delapan Orang Tewas/(Pesawat B-52 Stratofortress (Foto: Getty Images/Smith Collection/Gado)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kabar duka menyelimuti militer Amerika Serikat setelah pesawat pembom B-52 Stratofortress dilaporkan mengalami kecelakaan tragis.

Insiden nahas ini terjadi sesaat usai armada tersebut lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards, di kawasan timur laut Los Angeles.

Peristiwa tersebut memakan korban jiwa dengan delapan orang dinyatakan tewas. Selama ini, armada tersebut diandalkan sebagai salah satu alutsista strategis paling vital bagi pertahanan udara Negeri Paman Sam.

Mengutip laporan komprehensif dari CNN serta rilis resmi situs US Air Force dan Boeing pada Selasa (16/6/2026), B-52 telah mengabdi sebagai tulang punggung kekuatan pembom AS selama lebih dari enam dekade.

Dirakit oleh pabrikan raksasa Boeing, pesawat ini sanggup memuat berbagai senjata mematikan. Kapasitas muatannya mencakup bom gravitasi, bom kluster, rudal berpemandu presisi, amunisi serangan langsung gabungan, hingga persenjataan nuklir.

Varian B-52A melakukan penerbangan perdananya pada tahun 1954, disusul model B yang aktif setahun kemudian. Sebanyak 744 unit telah diproduksi, dengan seri pamungkas B-52H dikirim pada Oktober 1962.

Angkatan Udara AS memproyeksikan burung besi raksasa ini akan terus beroperasi hingga tahun 2050 mendatang.

Pengiriman pertama dari 102 unit B-52H diserahkan kepada Komando Udara Strategis pada Mei 1961. Khusus varian H, pesawat mampu mengangkut maksimal 20 rudal jelajah dari udara.

Reputasi tempur B-52 sangat teruji dalam berbagai misi genting, sejak meluncurkan rudal konvensional pada Perang Teluk (Operasi Badai Gurun) dekade 1990-an, Operasi Allied Force di Yugoslavia, hingga Operasi Inherent Resolve pada 2016.

Sebuah rekor fantastis tercipta pada 2-3 September 1996 saat dua armada B-52H sukses melumpuhkan pembangkit listrik serta fasilitas komunikasi Baghdad menggunakan 13 rudal jelajah konvensional AGM-86C (CALCM) dalam Operasi Desert Strike.

Misi tersebut mencetak rekor tempur jarak terjauh saat itu, memakan waktu perjalanan udara 34 jam sejauh 16.000 mil bolak-balik dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale, Louisiana.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK