Fakta Nasional

Trump Ungkap Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Iran dan Israel

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaannya setelah Iran dan Israel sama-sama dianggap melanggar gencatan senjata yang sebelumnya ia umumkan. Menurut Trump, kedua pihak “sama-sama tidak menghorma…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 June 2025 📖 1 menit
Trump Ungkap Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Iran dan Israel
Donald Trump/(instagram)

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaannya setelah Iran dan Israel sama-sama dianggap melanggar gencatan senjata yang sebelumnya ia umumkan.

Menurut Trump, kedua pihak “sama-sama tidak menghormati” kesepakatan yang seharusnya menghentikan konflik 12 hari tersebut, sementara dirinya mengaku “tidak senang dengan Israel.”

Israel menuduh Iran meluncurkan rudal ke wilayah udaranya tak lama setelah Trump menetapkan gencatan senjata. Serangan tersebut dinilai melanggar komitmen kedua pihak untuk berhenti menembakkan senjata.

Di sisi lain, media pemerintah Iran membantah klaim Israel, menyatakan bahwa militer Republik Islam tidak melakukan penembakan rudal ke arah Negeri Zionis.

Pernyataan berseberangan ini menimbulkan kebingungan di kalangan diplomatik, karena belum ada bukti independen yang memastikan siapa pelaku sebenarnya.

“Iran melanggarnya, tetapi Israel juga melanggarnya,” ujar Trump, seperti dikutip AP News pada Selasa (24/6/2025). Sikap ini menggambarkan ketidaksukaan Trump terhadap Israel meski negara tersebut kerap menjadi mitra strategis AS di Timur Tengah.

Penolakan Iran atas tuduhan Israel menambah kompleksitas krisis kepercayaan, mempersulit upaya mediasi AS yang sebelumnya dinilai cukup berhasil meredam ketegangan. Trump pun mendesak semua pihak untuk kembali menghormati gencatan senjata demi mencegah eskalasi lebih lanjut.

Meski gencatan senjata ini dijanjikan untuk jangka pendek, kelanjutan konflik sangat tergantung pada transparansi pelaporan insiden dan keberanian pihak ketiga—seperti PBB—untuk melakukan verifikasi di lapangan.

Tanpa mekanisme pemantauan yang kredibel, ancaman pelanggaran gencatan hanya akan memicu putaran baru aksi balasan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK