Fakta Nasional

Tulang Dinosaurus Nyelip Puluhan Tahun di Laci

FAKTANASIONAL.NET - Kisah ini terasa seperti cerita detektif ilmiah. Sebuah fosil telah ditemukan sejak 1985, disimpan di museum selama puluhan tahun, tetapi para ilmuwan ternyata baru menyadari identitas sebenarnya pada 2026. Apa yang ditemukan? Fo…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 14 August 2026 📖 2 menit
Tulang Dinosaurus Nyelip Puluhan Tahun di Laci

FAKTANASIONAL.NET - Kisah ini terasa seperti cerita detektif ilmiah. Sebuah fosil telah ditemukan sejak 1985, disimpan di museum selama puluhan tahun, tetapi para ilmuwan ternyata baru menyadari identitas sebenarnya pada 2026.

Apa yang ditemukan?

Fosil tersebut adalah bagian tulang ekor dinosaurus kelompok titanosaur, dinosaurus pemakan tumbuhan berleher panjang.

Yang luar biasa bukan hanya fosilnya, tetapi sejarahnya. Tulang itu telah tersimpan selama puluhan tahun di sebuah laci koleksi British Antarctic Survey.

Siapa yang menemukannya?

Fosil tersebut awalnya dikumpulkan oleh geolog Mike Thomson pada 1985 ketika melakukan ekspedisi ke James Ross Island di Antarktika.

Thomson mengira tulang tersebut berasal dari reptil besar. Ia tidak mengetahui bahwa benda yang dibawanya pulang adalah fosil dinosaurus.

Puluhan tahun kemudian, paleontolog Mark Evans melihat spesimen tersebut dalam koleksi dan mulai bertanya-tanya apakah tulang itu sebenarnya berasal dari dinosaurus.

Kapan dan di mana?

Fosil pertama kali ditemukan pada 1985 di James Ross Island, Antarktika.

Identitasnya baru terungkap beberapa dekade kemudian dan diberitakan pada 2026.

Mengapa penemuan ini penting?

Dinosaurus memang hidup di Antarktika pada masa ketika iklim Bumi jauh lebih hangat. Namun fosil dinosaurus dari benua tersebut sangat jarang.

Spesimen baru ini memberikan bukti penting mengenai kehidupan dinosaurus di wilayah yang sekarang dikenal sebagai benua es.

Para peneliti memperkirakan dinosaurus tersebut panjangnya sekitar 23 kaki atau sekitar tujuh meter. Itu tergolong kecil untuk ukuran titanosaur, sehingga kemungkinan hewan tersebut masih muda ketika mati.

Lebih menarik lagi, pada masa hidupnya, Antarktika bukanlah dunia es seperti sekarang. Wilayah tersebut memiliki lingkungan yang jauh lebih hangat dan dapat mendukung kehidupan tumbuhan.

Bagaimana fosil tersebut bisa sampai di museum?

Para ilmuwan menduga hewan tersebut mati di daratan atau dekat pantai. Bangkainya kemudian dapat terbawa air menuju lingkungan laut, tenggelam dan akhirnya terkubur dalam sedimen.

Selama jutaan tahun, jaringan tubuh menghilang sementara bagian keras tulang mengalami proses fosilisasi.

Kemudian, pada 1985, manusia menemukan tulang itu.

Namun penemuan ilmiahnya belum selesai. Benda itu kembali masuk laci museum dan baru puluhan tahun kemudian dikenali sebagai tulang dinosaurus.

Ada sisi manusiawi yang menyentuh dari kisah ini. Mike Thomson meninggal pada 2020, sebelum mengetahui bahwa benda yang ia temukan ternyata merupakan bagian dari dinosaurus pertama yang diidentifikasi dari Antarktika. Peneliti yang kemudian mengidentifikasinya mengatakan bahwa Thomson kemungkinan akan sangat gembira mengetahui hasil tersebut.

Kisah ini menunjukkan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda lama. Kadang-kadang, sebuah laci berisi benda yang tampaknya biasa dapat menyimpan penemuan ilmiah besar selama puluhan tahun. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK