Fakta Nasional

Turki Buka Pintu Lebar-Lebar, Mesir Dibidik Masuk Pakta Pertahanan Makkah

FAKTANASIONAL.NET - Turki berharap Mesir segera bergabung dalam Pakta Pertahanan Bersama Makkah atau Mecca Joint Defence Agreement yang dibentuk oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Aliansi pertahanan tersebut dinilai berpotensi diperluas untuk men…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 10 August 2026 📖 1 menit
Turki Buka Pintu Lebar-Lebar, Mesir Dibidik Masuk Pakta Pertahanan Makkah
Turki Buka Pintu Lebar-Lebar, Mesir Dibidik Masuk Pakta Pertahanan Makkah/(Pixabay)

FAKTANASIONAL.NET - Turki berharap Mesir segera bergabung dalam Pakta Pertahanan Bersama Makkah atau Mecca Joint Defence Agreement yang dibentuk oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.

Aliansi pertahanan tersebut dinilai berpotensi diperluas untuk mencakup lebih banyak negara di kawasan.

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani perjanjian itu pada Jumat (7/8) di Makkah, Arab Saudi.

Kesepakatan tersebut lahir ketika kawasan Timur Tengah menghadapi situasi keamanan yang semakin kompleks akibat perang dan meningkatnya ketegangan regional.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan Mesir memiliki posisi penting dalam rencana perluasan aliansi. Pernyataan itu disampaikan Fidan kepada Anadolu dan diberitakan AFP.

"Saya yakin bahwa pada tahap berikutnya, Mesir juga akan bergabung dengan kami dalam aliansi ini. Kami sudah saling bertindak seolah-olah kami adalah anggota aliansi," ujar Fidan.

Fidan menyebut Mesir sebagai "mitra alami dalam segala hal". Karena itu, ia berharap persoalan teknis yang masih ada dapat segera diselesaikan sehingga Kairo bisa menjadi bagian dari pakta tersebut.

"Ada beberapa masalah teknis. Begitu hal-hal tersebut diselesaikan, tidak ada alasan bagi Mesir untuk tidak menjadi bagian darinya."

Ia juga menegaskan Pakta Makkah tidak secara khusus diarahkan untuk menghadapi negara tertentu. "Tidak ada ancaman bersama yang kami cantumkan secara tertulis," katanya.

Fidan menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah penting menuju stabilitas jangka panjang kawasan. Ia mengisyaratkan keanggotaan tidak akan berhenti pada tiga negara.

"Berdasarkan visi presiden kami, kita tidak boleh hanya terbatas pada tiga negara. Kita harus berkembang dan, jika perlu, merangkul semua negara di bawah payung ini," ujarnya.

Pakta itu disepakati di tengah perang antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada kawasan, termasuk pelayaran di Selat Hormuz dan Laut Merah. Iran dan kelompok Houthi juga disebut telah menyerang Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Jumat (7/8) menyatakan serangan terhadap satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Pakta tersebut disebut bertujuan memperkuat daya tangkal kolektif.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK