Turki Kecam Serangan Israel di Suriah Selatan
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Turki melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer dan penembakan yang dilakukan Israel di wilayah Suriah selatan. Ankara menilai tindakan tersebut tidak hanya memperburuk kondisi keamanan di kawasan, tetapi jug…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Turki melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer dan penembakan yang dilakukan Israel di wilayah Suriah selatan.
Ankara menilai tindakan tersebut tidak hanya memperburuk kondisi keamanan di kawasan, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.
Mengutip laporan berbagai sumber yang merujuk pada pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Turki, kecaman itu disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan di sekitar wilayah Quneitra dan Daraa yang menyebabkan banyak warga sipil terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.
Turki menegaskan bahwa tindakan militer Israel telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius bagi masyarakat setempat, sekaligus memperbesar risiko instabilitas di kawasan yang selama bertahun-tahun dilanda konflik.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki menyebut serangan terhadap Quneitra dan Daraa sebagai tindakan yang bertentangan dengan prinsip integritas teritorial, persatuan nasional, dan kedaulatan Suriah.
Ankara juga menilai operasi militer tersebut telah mengabaikan keselamatan warga sipil dan menyebabkan penderitaan tambahan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak konflik.
Menurut pemerintah Turki, serangan yang menyasar kawasan selatan Suriah merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Karena itu, Turki kembali menyerukan agar komunitas internasional mengambil langkah yang lebih tegas untuk menghentikan aksi militer yang dinilai memperburuk situasi keamanan di negara tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan konsistensi posisi Ankara yang selama ini menekankan pentingnya menjaga keutuhan wilayah Suriah di tengah berbagai dinamika geopolitik yang berkembang di Timur Tengah.
Kecaman dari Turki muncul setelah Kementerian Luar Negeri Suriah lebih dahulu mengecam serangan dan penembakan yang dilakukan Israel pada 29 Juni lalu.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa pasukannya telah menewaskan sejumlah kelompok bersenjata yang disebut sebagai “teroris” dalam operasi yang berlangsung di wilayah selatan Suriah sehari sebelumnya.
Ketegangan di kawasan semakin meningkat sejak Israel memperluas kontrolnya di sekitar Dataran Tinggi Golan pada akhir 2024. Saat itu, Israel mengambil alih zona penyangga demiliterisasi yang sebelumnya berada di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Langkah tersebut memicu berbagai reaksi dari negara-negara di kawasan karena dianggap berpotensi mengubah keseimbangan keamanan di perbatasan Suriah-Israel.
Situasi yang terus berkembang juga menimbulkan kekhawatiran terhadap nasib warga sipil yang tinggal di wilayah konflik.
Dengan kecaman terbaru dari Ankara, tekanan diplomatik terhadap Israel terkait aktivitas militernya di Suriah diperkirakan akan terus meningkat.
Sementara itu, masyarakat internasional kembali didorong untuk mengambil peran dalam mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.