Fakta Nasional

Turki Siapkan Red Notice Interpol untuk Tangkap Netanyahu, Ini Alasannya

FAKTANASIONAL.NET - Turki berencana mengajukan red notice Interpol terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait perkara yang disebut berkaitan dengan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Langkah tersebut menjadi bagian dari sikap…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 24 August 2026 📖 1 menit
Turki Siapkan Red Notice Interpol untuk Tangkap Netanyahu, Ini Alasannya
Menantu Trump Temui Netanyahu, Upaya Damai Gaza Masih Buntu/(Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Turki berencana mengajukan red notice Interpol terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait perkara yang disebut berkaitan dengan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Langkah tersebut menjadi bagian dari sikap keras Ankara terhadap Israel di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.

Red notice merupakan permintaan kepada aparat penegak hukum negara-negara anggota Interpol untuk mencari dan melakukan penangkapan sementara terhadap seseorang yang menjadi subjek permintaan tersebut.

Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek menyampaikan rencana tersebut melalui unggahan di platform X. Selain Netanyahu, warga Israel bernama Afek Moskovitch juga disebut masuk dalam daftar red notice.

Menurut Gurlek, proses penuntutan berlangsung dalam perkara nomor 2026/108 Esas di Pengadilan Pidana Berat Istanbul ke-11. Perkara itu melibatkan 35 terdakwa, termasuk Netanyahu dan Moskovitch.

“Dalam perkara nomor 2026/108 Esas di Pengadilan Pidana Berat Istanbul ke-11, proses penuntutan dilakukan terhadap 35 terdakwa, termasuk Benjamin Netanyahu dan Afek Moskovitch,” ucap Gurlek dalam unggahannya pada Jumat (21/8), dikutip CNN Indonesia, Minggu (23/8).

Turki menilai Netanyahu bertanggung jawab atas tindakan yang dikategorikan sebagai genosida terhadap warga Palestina. Sikap tersebut juga berkaitan dengan operasi militer Israel di Gaza yang telah menimbulkan korban besar di kalangan warga Palestina.

Dengan rencana red notice tersebut, Turki ingin mempersempit ruang gerak Netanyahu saat bepergian ke negara-negara yang bekerja sama dengan Interpol.

Ankara selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang vokal mengkritik tindakan Israel di Gaza. Turki juga menyerukan pertanggungjawaban bagi pihak yang dinilai bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap warga Palestina.

Netanyahu merespons langkah tersebut dengan kritik keras. Kantornya menyebut sikap Turki sebagai bentuk “kemunafikan” dan mengatakan Israel tidak terkesan dengan upaya Ankara.

“Israel sudah lama tidak terkesan dengan kemunafikan Turki. Erdogan adalah seorang diktator antisemit yang membantai warga Kurdi, mendukung pembantaian yang dilakukan organisasi teroris Hamas, dan menindas rakyatnya sendiri,” kata kantor Netanyahu dalam pernyataan pada Jumat (21/8), dikutip CNN Indonesia, Minggu (23/8).[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK