Fakta Nasional

UNESCO Resmi Tetapkan Sebastia Palestina sebagai Warisan Dunia, Harapan Baru di Tengah Konflik dengan Israel

FAKTANASIONAL.NET - Penetapan Desa Sebastia di Tepi Barat (West Bank), Palestina, sebagai Warisan Dunia UNESCO menjadi kabar penting bagi upaya pelestarian situs bersejarah yang selama ini berada di tengah pusaran konflik. Dalam sidang Komite Warisa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 29 July 2026 📖 1 menit
UNESCO Resmi Tetapkan Sebastia Palestina sebagai Warisan Dunia, Harapan Baru di Tengah Konflik dengan Israel
UNESCO Resmi Tetapkan Sebastia Palestina sebagai Warisan Dunia, Harapan Baru di Tengah Konflik dengan Israel/(AFP)

FAKTANASIONAL.NET - Penetapan Desa Sebastia di Tepi Barat (West Bank), Palestina, sebagai Warisan Dunia UNESCO menjadi kabar penting bagi upaya pelestarian situs bersejarah yang selama ini berada di tengah pusaran konflik.

Dalam sidang Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan, Korea Selatan, Jumat (25/7), kawasan tersebut juga dimasukkan ke dalam List of World Heritage in Danger atau daftar warisan dunia yang terancam, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Keputusan melalui mekanisme darurat UNESCO itu bertujuan melindungi situs budaya yang menghadapi ancaman akibat konflik, perubahan tata kelola, maupun kerusakan fisik.

Pemerintah Palestina berharap pengakuan tersebut dapat memperkuat dukungan internasional untuk menjaga kelestarian Sebastia.

UNESCO mencatat Sebastia sebagai salah satu kawasan arkeologi terpenting di Palestina dengan sejarah yang membentang lebih dari 2.800 tahun.

Wilayah itu diyakini pernah menjadi ibu kota Kerajaan Israel pada abad ke-9 sebelum Masehi sebelum berkembang pada era Helenistik, Romawi, Bizantium, Islam, Perang Salib, hingga Kesultanan Ottoman.

Situs ini dipenuhi peninggalan bersejarah seperti kolom Romawi, tembok batu, tangga kuno, serta amfiteater yang dikelilingi kebun zaitun.

Dalam tradisi Kristen dan Islam, Sebastia juga dipercaya sebagai lokasi makam Yohanes Pembaptis (John the Baptist), sehingga memiliki nilai penting sebagai destinasi wisata religi.

Status baru dari UNESCO disambut positif oleh warga Sebastia yang banyak menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Harapan itu muncul setelah rencana Israel mengambil alih sekitar 1.800 dunam atau sekitar 445 acre lahan di kawasan tersebut dinilai mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap keputusan ini memungkinkan kami melestarikan Sebastia," ujar Wakil Wali Kota Sebastia, Nizar Kayed, dikutip dari Al Jazeera.

Pemerintah Palestina menilai pengakuan UNESCO dapat memperkuat dukungan internasional terhadap pelestarian situs tersebut, termasuk menghadapi kebijakan Israel yang dinilai berpotensi memperluas kendali atas situs purbakala di Tepi Barat.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menilai keputusan itu bermuatan politik.

"Tak ada satu pun pemungutan suara di organisasi internasional yang dapat mengubah sejarah," katanya dalam pernyataan resmi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK