Fakta Nasional

Wabah Hantavirus Gegerkan Dunia, Ilmuwan Inggris Kembangkan Vaksin mRNA Pertama

FAKTANASIONAL.NET - Kasus infeksi hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul wabah di kapal pesiar berbendera Belanda MV Hondius. Virus yang menyerang sejumlah penumpang itu diketahui berasal dari strain Andes, salah satu jenis hantav…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 17 May 2026 📖 1 menit
Wabah Hantavirus Gegerkan Dunia, Ilmuwan Inggris Kembangkan Vaksin mRNA Pertama
Wabah Hantavirus Membayangi Dunia, Sejauh Mana Ancamannya di Indonesia?/(ilustrasi/pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kasus infeksi hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul wabah di kapal pesiar berbendera Belanda MV Hondius.

Virus yang menyerang sejumlah penumpang itu diketahui berasal dari strain Andes, salah satu jenis hantavirus yang dapat memicu gangguan pernapasan serius hingga kematian.

Penularan virus ini umumnya berasal dari hewan pengerat seperti tikus. Manusia dapat terinfeksi ketika menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang telah terpapar virus.

Hingga Selasa, 12 Mei 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat terdapat 11 kasus terkait wabah tersebut. Dari jumlah itu, sembilan kasus telah terkonfirmasi positif dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Di tengah meningkatnya perhatian global, tim peneliti dari Universitas Bath, Inggris, tengah mengembangkan vaksin mRNA pertama di dunia untuk melawan virus hantaan, salah satu strain hantavirus lainnya. Proyek tersebut didukung pemerintah Inggris sejak 2024.

Mengutip laporan Euronews, ahli kimia Universitas Bath sekaligus CEO EnsiliTech, Asel Sartbaeva, menyebut vaksin eksperimental itu menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji laboratorium pada hewan.

Menurut Sartbaeva, vaksin tersebut menggunakan teknologi ensilikasi yang memungkinkan penyimpanan vaksin pada suhu lebih tinggi dibanding vaksin mRNA konvensional.

Teknologi itu dinilai penting karena dapat mempermudah distribusi vaksin tanpa ketergantungan suhu beku ekstrem.

Meski begitu, para peneliti masih belum memastikan apakah vaksin tersebut efektif melawan strain Andes yang menjadi penyebab wabah di MV Hondius.

Dilansir pada 17 Mei 2026, pengujian lebih lanjut masih diperlukan sebelum teknologi tersebut bisa digunakan secara luas.

Perkembangan ini dinilai menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman hantavirus yang hingga kini belum memiliki obat maupun vaksin khusus.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK