Fakta Nasional

Wakili Presiden di G20, Gibran Serukan Kemanusiaan Jadi Pusat Tata Kelola Global

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dalam forum KTT G20 di Afrika Selatan, Indonesia mengambil sikap tegas terkait kondisi global yang kian memburuk. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang hadir mewakili Presiden, menyerukan agar pemimpin dunia menemp…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 24 November 2025 📖 1 menit
Wakili Presiden di G20, Gibran Serukan Kemanusiaan Jadi Pusat Tata Kelola Global
Koordinasi Tinggi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Tanggapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS/(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dalam forum KTT G20 di Afrika Selatan, Indonesia mengambil sikap tegas terkait kondisi global yang kian memburuk. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang hadir mewakili Presiden, menyerukan agar pemimpin dunia menempatkan isu kemanusiaan sebagai inti dari tata kelola global. Pesan ini disampaikan kembali oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, menekankan bahwa G20 harus mengambil peran lebih besar dalam mengatasi krisis multidimensi.

Gibran menyoroti bahwa berbagai bencana yang terjadi saat ini, mulai dari konflik di Gaza, Ukraina, hingga krisis di Sudan, bukan semata fenomena alam, melainkan akibat ulah manusia. Oleh karena itu, Indonesia mendesak negara-negara anggota G20 untuk memberikan keteladanan nyata dalam menghentikan konflik dan memprioritaskan nyawa manusia di atas kepentingan politik, dilansir pada 24 November 2025.

Mitigasi Bencana dan Peran Indonesia

Selain konflik, Gibran juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana alam. Sebagai negara kepulauan di Cincin Api Pasifik, Indonesia memandang strategi pengurangan risiko bencana sebagai elemen vital pembangunan. Pengalaman Indonesia dalam menghadapi bencana diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi komunitas global untuk membangun ketahanan yang lebih baik.

Akses Pembiayaan yang Adil

Isu ekonomi juga menjadi sorotan utama, di mana Indonesia mendorong pertumbuhan yang inklusif dan adil. Wapres Gibran menyuarakan perlunya reformasi akses pembiayaan internasional agar lebih mudah dijangkau oleh negara-negara berkembang. Opsi seperti penghapusan utang dan pembiayaan transisi hijau dinilai perlu diperkuat untuk membantu negara-negara selatan bangkit dari krisis ekonomi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK