Wall Street Berdarah! Nasdaq Anjlok 2 Persen Gara-Gara Konflik Timur Tengah
FAKTANASIONAL.NET - Pasar saham Amerika Serikat (AS) menutup pekan ini dengan rapor merah yang menyakitkan. Tekanan hebat melanda Wall Street seiring memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Para investor yang panik mulai menarik dana mereka dar…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pasar saham Amerika Serikat (AS) menutup pekan ini dengan rapor merah yang menyakitkan. Tekanan hebat melanda Wall Street seiring memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Para investor yang panik mulai menarik dana mereka dari aset berisiko, menyebabkan tiga indeks utama rontok berjamaah pada penutupan perdagangan Jumat.
Dikutip dari Reuters, Sabtu 28 Maret 2026, Nasdaq Composite menjadi korban terparah dengan koreksi sedalam 2,15 persen. Sementara itu, Dow Jones merosot 1,73 persen dan S&P 500 melemah 1,67 persen.
Angka ini membawa ketiga indeks ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir, sekaligus mencetak tren penurunan mingguan kelima berturut-turut—sebuah rekor terburuk dalam empat tahun.
Kepanikan pasar diperparah oleh lonjakan harga energi. Harga minyak mentah AS kini mendekati 100 Dolar AS per barel, sementara Brent sudah melampaui 112 Dolar AS.
Kenaikan drastis ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan kembali meledak, menghancurkan daya beli masyarakat, dan memaksa bank sentral untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi.
Raksasa teknologi seperti Nvidia dan Amazon tidak luput dari aksi jual, masing-masing turun 2,2 persen dan 4 persen. Sektor konsumsi juga terpukul setelah Carnival Corporation memangkas proyeksi laba tahunannya.
Dengan VIX (Indeks Ketakutan) yang melonjak tinggi, analis Matt Britzman menilai pasar saat ini butuh bukti nyata perdamaian, bukan sekadar janji manis pejabat.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.