Fakta Nasional

Wall Street Memerah Lagi! Konflik Timur Tengah dan Suku Bunga Bikin Investor Pusing

FAKTANASIONAL.NET - Bursa saham Amerika Serikat kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026. Indeks Dow Jones, S&P 500, hingga Nasdaq kompak berakhir di zona merah sebagai respons atas ketidakpastian global yang kian me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 March 2026 📖 1 menit
Wall Street Memerah Lagi! Konflik Timur Tengah dan Suku Bunga Bikin Investor Pusing
IHSG: Prediksi Pemulihan Pasar Saham Indonesia di Awal Pekan Depan/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Bursa saham Amerika Serikat kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026. Indeks Dow Jones, S&P 500, hingga Nasdaq kompak berakhir di zona merah sebagai respons atas ketidakpastian global yang kian meruncing.

Nasdaq menjadi yang paling menderita dengan koreksi 0,84 persen. Para investor kini berada dalam mode waspada tingkat tinggi akibat sinyal yang saling bertolak belakang antara optimisme damai dan persiapan perang.

Faktor utama yang menekan Wall Street adalah lonjakan harga minyak yang memicu ketakutan akan inflasi. Jika harga energi tetap tinggi, harapan pasar agar suku bunga segera turun otomatis sirna.

Sebaliknya, kini muncul kekhawatiran baru bahwa suku bunga mungkin saja kembali dinaikkan untuk menahan laju inflasi. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang membuat aset berisiko seperti saham kehilangan daya tariknya.

Di saat saham sektor energi berpesta karena kenaikan harga komoditas, sektor komunikasi dan teknologi justru tiarap. Selain faktor makro, aksi korporasi juga ikut mewarnai pergerakan pasar. Saham Estée Lauder, misalnya, anjlok hampir 10 persen setelah pengumuman rencana merger.

Kegelisahan pasar semakin lengkap dengan adanya pembatasan penarikan dana pada beberapa perusahaan kredit swasta besar yang merusak sentimen kepercayaan investor secara keseluruhan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK