Wall Street Tunjukkan Kenaikan Solid di Akhir Pekan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar saham Amerika Serikat menutup pekan perdagangan Jumat (25/4/2025) dengan catatan positif setelah sempat bergejolak dalam beberapa hari terakhir. Indeks utama Wall Street—S&P 500, Dow Jones Industrial Average, d…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar saham Amerika Serikat menutup pekan perdagangan Jumat (25/4/2025) dengan catatan positif setelah sempat bergejolak dalam beberapa hari terakhir.
Indeks utama Wall Street—S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite—berhasil menguat berkat lonjakan harga saham big tech seperti Alphabet dan Nvidia.
Kinerja positif tersebut membuat S&P 500 naik 0,7% menjadi 5.525,21, mendekati rekor tertinggi sebelumnya. Dow Jones ditutup pada 40.113,50 (+20,10 poin), sementara Nasdaq melonjak 216,90 poin menjadi 17.382,94.
Salah satu pendorong utama kenaikan indeks adalah Alphabet, induk Google, yang sahamnya melesat 1,7% usai merilis laporan laba kuartal I 2025 dengan lonjakan 50% YoY.
Kinerja keuangan kuat Google menunjukkan bahwa iklan digital masih menjadi mesin utama pertumbuhan, meski kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil.
Selain itu, Nvidia kembali mencatatkan reli impresif dengan kenaikan 4,3% setelah permintaan chip AI terus meningkat. Kombinasi hasil positif kedua perusahaan ini menjadi katalis utama yang mengangkat S&P 500 mendekati level tertinggi sepanjang masa.
Meski mayoritas saham big tech bangkit, tidak semua emiten berhasil mencatatkan hasil menggembirakan. Eastman Chemical mengalami koreksi tajam sebesar 6,2% setelah memperkirakan laba yang lebih rendah dari ekspektasi analis.
Sementara itu, Skechers USA turun 5,3% karena merevisi proyeksi keuangan tahun 2025 seiring ketidakpastian makroekonomi yang dipicu kebijakan perdagangan global Presiden AS Donald Trump.
Sentimen serupa juga memengaruhi pasar di luar Amerika: indeks Nikkei 225 di Tokyo naik 1,9%, sedangkan indeks Shanghai Composite turun tipis 0,1%.
Pasar Eropa pun bergerak tipis positif, mencerminkan optimisme terbatas di tengah kekhawatiran perang dagang.
Secara keseluruhan, sentimen di Wall Street cenderung berhati-hati tapi optimistis, didorong kinerja solid big tech, walau ketidakpastian kebijakan perdagangan global masih membayang.
Investor kini akan menantikan data ekonomi dan rapat bank sentral selanjutnya untuk melihat arah pasar di bulan Mei 2025.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.