Wall Street Turun Tajam: Saham Teknologi Tertekan Jelang Data Ketenagakerjaan dan Kinerja Nvidia
JAKARTA, FAKTANADIONSL.NET - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street mencatat pelemahan signifikan pada perdagangan Senin (17/11/2025) waktu setempat. Penurunan ini didorong oleh koreksi saham sektor teknologi, di tengah kehati-hatian investor…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANADIONSL.NET - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street mencatat pelemahan signifikan pada perdagangan Senin (17/11/2025) waktu setempat. Penurunan ini didorong oleh koreksi saham sektor teknologi, di tengah kehati-hatian investor menjelang rilis serangkaian data ekonomi penting dan laporan pendapatan korporasi kunci.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1,18% ke 46.590,24, tertekan oleh pelemahan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Salesforce dan Apple. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite juga berada di zona merah, melemah masing-masing 0,92% dan 0,84%. Saham Nvidia, raksasa cip AI, turun hampir 2% menjelang pengumuman kinerja kuartal III yang dijadwalkan Rabu (19/11/2025) setelah penutupan pasar.
Kekhawatiran Valuasi AI dan Menunggu Kinerja Nvidia
Valuasi tinggi saham-saham AI menjadi perhatian utama investor. Ross Mayfield, analis investasi Baird, mencatat bahwa pasar menunggu konfirmasi kuat mengenai permintaan cip Nvidia. Namun, keraguan juga muncul mengenai seberapa besar imbal hasil riil yang dapat diperoleh perusahaan yang berinvestasi besar-besaran untuk komputasi AI.
Jika Nvidia memberikan proyeksi permintaan yang lebih rendah, pasar diperkirakan akan merespons negatif. Selain Nvidia, investor juga menantikan laporan keuangan Walmart yang akan dirilis Kamis (20/11/2025) sebagai indikator penting kekuatan belanja konsumen menjelang periode liburan, terutama karena adanya tanda-tanda perlambatan di pasar tenaga kerja.
Fokus Pasar pada Data Ketenagakerjaan dan Kebijakan The Fed
Selain laporan korporasi, fokus investor juga tertuju pada rilis data ekonomi krusial, terutama laporan nonfarm payrolls (data ketenagakerjaan) September pada Kamis.
Data ini menjadi laporan pertama yang terbit setelah sempat tertunda akibat penutupan sementara layanan statistik pemerintah AS. Sementara itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) juga berubah. Probabilitas pemangkasan suku bunga pada Desember kini hanya sekitar 45%, jauh menurun dari estimasi 90% sebulan lalu. Meskipun pasar melemah, saham Alphabet menguat 3,1% setelah Berkshire Hathaway mengungkapkan kepemilikan baru pada perusahaan induk Google ini, menandakan daya tarik saham teknologi besar tetap ada.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.