Fakta Nasional

Wapres Mengundurkan Diri, Tak Sejalan dengan Presiden hingga Kerap Berselisih

FAKTANASIONAL.NET – Mundurnya wakil presiden tentu sangat mengejutkan masyarakat dengan banyaknya pertanyaan yang mungkin harus dijawab. Tentu dalam suatu negara merupakan situasi yang sangat krusial bagi keberlangsungan pemerintahan. Posisi wakil p…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 29 August 2026 📖 2 menit
Wapres Mengundurkan Diri, Tak Sejalan dengan Presiden hingga Kerap Berselisih
Wapres Mengundurkan Diri, Tak Sejalan dengan Presiden hingga Kerap Berselisih/(RUERETES)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Mundurnya wakil presiden tentu sangat mengejutkan masyarakat dengan banyaknya pertanyaan yang mungkin harus dijawab.

Tentu dalam suatu negara merupakan situasi yang sangat krusial bagi keberlangsungan pemerintahan.

Posisi wakil presiden memiliki peran penting dalam mendampingi presiden menjalankan roda pemerintahan, sehingga pengunduran diri dari jabatan tersebut dapat memunculkan berbagai konsekuensi politik, administratif, hingga ketatanegaraan.

Langkah tersebut menjadi catatan sejarah karena Nchimbi tercatat sebagai wakil presiden pertama di Tanzania yang memilih meninggalkan posisi tersebut.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu, 29 Agustus 2026, keputusan Nchimbi muncul di tengah kabar mengenai hubungan yang merenggang dengan Presiden Samia Suluhu Hassan dalam beberapa pekan terakhir.

Laporan BBC International pada Kamis (27/08/2026) menyebut Nchimbi menyampaikan pengunduran dirinya melalui surat singkat yang diunggah pada akun Instagram pribadinya.

Politikus berusia 54 tahun itu menyatakan mundur demi menghormati keinginan presiden.

Keputusan tersebut kemudian dikonfirmasi pihak kepresidenan dan sumber internal dari kantornya.

Nchimbi menyatakan akan meninggalkan kehidupan publik dan pensiun pada akhir pekan depan.

Pengunduran dirinya terjadi kurang dari 10 bulan setelah ia resmi dilantik sebagai wakil Presiden Samia.

Sebelumnya, keduanya merupakan pasangan yang memenangkan pemilihan presiden Tanzania pada Oktober tahun lalu.

Mereka kemudian dilantik pada November setelah memperoleh sekitar 98% suara.

Namun, pemilu tersebut tidak berjalan tanpa kontroversi. Sengketa hasil pemilihan memicu demonstrasi keras yang menurut penyelidikan resmi menyebabkan sedikitnya 500 orang meninggal dunia.

Kelompok oposisi dan organisasi hak asasi manusia juga menuduh aparat keamanan melakukan tindakan keras terhadap demonstran anti-pemerintah.

Dalam pernyataannya, Nchimbi mengingat kembali janji yang pernah disampaikannya kepada Samia bahwa ia siap meninggalkan jabatan apabila presiden menginginkan wakil baru.

"Saya telah menjadi yakin, tanpa keraguan, bahwa presiden menginginkan perubahan, dan oleh karena itu saya telah memutuskan untuk memenuhi janji saya," ungkapnya.

Kerenggangan hubungan keduanya diduga berkaitan dengan sejumlah pernyataan Nchimbi. Pada bulan lalu, ia secara terbuka mendorong masyarakat Tanzania memperjuangkan konstitusi baru dan menyebut peluang perubahan tersebut masih terbuka sebelum 2030.

Nchimbi menilai konstitusi baru diperlukan untuk menghadapi ketidakadilan, memperkuat hak asasi manusia, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta memperkuat demokrasi.

Sebelum menjadi wakil presiden, Nchimbi merupakan tokoh penting Chama Cha Mapinduzi (CCM). Ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal CCM, Menteri Informasi dan Menteri Dalam Negeri, serta Duta Besar Tanzania untuk Brasil dan Mesir.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK