Fakta Nasional

Washington Curigai Moskow Beri Dukungan Intelijen dan Teknologi Drone

FAKTANASIONAL.NET – Badan intelijen Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam serangkaian serangan drone Iran yang menghantam sejumlah fasilitas rahasia milik Central Intelligence Agency (CIA) di kawasan Timur Tengah. D…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 24 July 2026 📖 1 menit
Washington Curigai Moskow Beri Dukungan Intelijen dan Teknologi Drone
Presiden Trump Dipastikan Hadiri Final Piala Dunia 2026/(Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Badan intelijen Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam serangkaian serangan drone Iran yang menghantam sejumlah fasilitas rahasia milik Central Intelligence Agency (CIA) di kawasan Timur Tengah.

Dugaan tersebut muncul setelah efektivitas serangan dinilai menunjukkan adanya dukungan teknologi dan intelijen dari pihak ketiga, dikutip dari Reuters.

Laporan yang dipublikasikan pada Kamis (23/07/2026) menyebutkan para pejabat intelijen AS mencurigai Moskow memberikan bantuan berupa data penargetan presisi hingga sistem navigasi canggih yang meningkatkan akurasi drone Iran.

Sedikitnya dua fasilitas CIA dilaporkan menjadi sasaran pada Maret 2026, yakni kantor stasiun CIA di kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, serta sebuah fasilitas rahasia lainnya di wilayah Irak timur.

"Kami tidak dapat menerima situasi di mana negara mitra memberikan data intelijen sensitif untuk menargetkan operasional kami," ujar seorang pejabat yang mengetahui penyelidikan tersebut.

Berdasarkan memo internal lembaga intelijen Barat, dua drone Shahed yang digunakan dalam serangan ke Kedutaan Besar AS di Riyadh disebut telah dimodifikasi menggunakan teknologi Rusia.

Drone pertama dilaporkan merusak dinding luar gedung, sementara drone kedua masuk melalui celah ledakan sebelum meledak di area kantor stasiun CIA.

Sumber intelijen menyebut Rusia diduga membantu Iran meningkatkan kemampuan drone Shahed-136 melalui pemasangan sistem navigasi satelit Kometa-M yang lebih presisi dan lebih sulit diganggu oleh sistem jamming.

"Rusia membantu Tehran meningkatkan akurasi Shahed-136 dengan memasok sistem navigasi satelit Kometa-M yang jauh lebih presisi dan sulit dijangkau oleh sinyal pengganggu (jamming)," kata sumber intelijen tersebut.

Kecurigaan Washington semakin menguat setelah serangan rudal balistik Iran ke pangkalan udara AS di Yordania pada akhir pekan lalu yang menewaskan dua prajurit Amerika.

Mantan Kepala Stasiun CIA, Daniel Hoffman, menilai kerja sama Rusia dan Iran mencerminkan kepentingan bersama untuk mengurangi pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah.

"Mereka berbagi kepentingan untuk mencoba mengurangi atau menghilangkan pengaruh AS sama sekali di wilayah yang mereka tetapkan sebagai lingkup pengaruh mereka," tegas Hoffman.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK