“Sebab, kondisi daerah memang berbeda-beda,” kata Tito.
Tito juga menginstruksikan Pemprov Aceh untuk menjaga transparansi alokasi dana pemulihan bencana senilai Rp58,9 triliun agar dapat diawasi secara langsung oleh publik.
“Penggunaannya harus diekspos kepada publik. Jangan diam-diam. Harus dipublikasikan bahwa seluruh anggaran itu untuk pemulihan pascabencana,” tegasnya.
Baca Juga: Belasan Rumah di Aceh Utara Rusak Parah Akibat Diterjang Bencana Angin Kencang










