“Yang jelas kami zero tolerance terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain itu kita zero tolerance, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good, tapi control is better,” tegas Sudaryono.
Pengawasan Berbasis Digital dan Keterbukaan Menu
Untuk memperkuat tata kelola ke depan, BGN tengah merancang sistem pengawasan internal berbasis digital guna memantau seluruh aktivitas dan standar kebersihan operasional di dapur SPPG secara real-time.
Tak hanya pengawasan internal, BGN juga berjanji bakal membuka akses data dan informasi seluas-luasnya kepada publik—khususnya orang tua murid, pihak sekolah, dan pemerintah daerah—terkait transparansi menu harian dan informasi gizi.
“Sebagaimana janji saya setelah saya dilantik adalah bagaimana menyediakan informasi yang terbuka kepada pihak-pihak terkait khususnya orang tua, kemudian dinas kesehatan, dinas pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah itu mendapatkan informasi bahwa anaknya diberi menu makan apa oleh negara di hari ini, hari kemarin, hari esok, dan rencananya apa, kandungan gisinya apa, kemudian menu tadi itu dimasak di SPPG mana, kepala SPPG-nya siapa, dan ada keluhan apa, sehingga kita bisa lihat,” pungkas Sudaryono.
Baca Juga: 707 Penerima MBG Diduga Keracunan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG di Semarang











