Sekjen PDIP Hasto Bawa Ajaran Pancasona saat Kunjungan ke Yogyakarta

YOGYAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengawali rangkaian kunjungannya di Yogyakarta dengan melakukan aksi lingkungan “Merawat Pertiwi” di kawasan Embung Giwangan, Senin (16/2/2026).

Dalam aksi tersebut, Hasto bersama jajaran DPD dan DPC PDIP Yogyakarta melakukan penanaman berbagai bibit pohon, mulai dari pohon Kepel yang merupakan identitas flora DIY, hingga Tabebuya dan pohon buah-buahan.

Kehadiran Hasto disambut hangat oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi, Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto, serta Wali Kota Yogyakarta dr. Hasto Wardoyo yang didampingi Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.

Dalam arahannya di Grha Budaya, Hasto Kristiyanto menyampaikan pidato mendalam yang mengaitkan politik dengan falsafah Jawa. Ia mengutip kisah Subali yang mendapatkan “Aji Pancasona” karena rasa cintanya yang luar biasa kepada bumi.

“Aji Pancasona itu kekuatannya berasal dari bumi. Pesan moralnya jelas: jika kita merawat bumi, maka bumi akan menghidupi kita. Namun jika kita mengkhianatinya, bumi bisa membelah dan menciptakan kesengsaraan bagi umat manusia”, ujar Hasto di hadapan ratusan kader yang hadir.

Hasto juga menegaskan bahwa gerakan menanam pohon bukan sekadar seremoni, melainkan strategi kebudayaan partai untuk melawan ego kapitalisme yang sering kali mengeksploitasi alam. “Pertumbuhan ekonomi ekstraktif yang digerakkan kapitalisme inilag yang kita koreksi. Apalagi ada yang memberi ijin alih fungsi hutan untuk mendapatkan kickback yang dipakai untuk kepentingan elektoral, kata Hasto.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto turut membagikan kebiasaan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri. Ia menceritakan bagaimana Megawati selalu mengumpulkan biji buah-buahan dari setiap rapat untuk disemai kembali, hingga memanfaatkan sisa air kopi tamu sebagai pupuk organik.