Sementara itu Pj Gubernur Kalbar yang diwakili Kabiro Hukum Setda Kalbar menyambut baik aksi ini. Menurutnya, Kalbar terpetakan tergolong provinsi dengan tingkat kerawanan konflik rendah pada Pemilu 2024. Namun hal tersebut jangan sampai membuat lengah.
“Komitmen bersama, termasuk Ormas Islam dan Pemuka agama tentu sangat penting untuk menjaga Pemilu yang aman, damai, dan demokratis,” katanya.
Kegiatan ini juga diisi dengan talk show yang menghadirkan narasumber, Kakanwil Kemenag Kalbar Muhajirin Yanis, Wakil Ketua MUI Kalbar Prof Dr KH Wajidi Sayadi MAg, dan Wadirbinmas Polda Kalbar AKBP drs M Nasir Setiawirabuana SST MK.
Baca Juga: Dorongan Kemerdekaan Palestina Menggema: MUI Ajak Negara Asia Pasifik Bersatu
Gabungan Ormas Islam yang diwakili Ketua MUI Kalbar, Ketua PWNU Kalbar, Ketua DPW Muhammadiyah Kalbar, Ketua Mathla’ul Anwar, Ketua Ponpes Wali Songo, dan Ketua PW DMI Kalba juga mengikrarkan deklarasi damai.
Isinya, pertama, berkomitmen untuk menjaga persatuan umat Islam serta mendukung penuh penyelenggaraan Pemilu 2024 yang damai dan berintegritas. Kedua, menolak dengan tegas para elit politik yang melakukan polarisasi agama untuk kepentingan politik 2024 yang dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan umat Islam.
Ketiga, menolak segala bentuk praktek politik identitas, polarisasi dan politisasi suku, agama, ras dan golongan. Terakhir, menolak segala bentuk penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian politisasi agama dan etnis.
(Zulfahmi)











