“Kami juga menyediakan fasilitas mushola atau masjid untuk beribadah umat muslim,” tandasnya.
Sebelumnya, beredar luas di media sosial (medsos) dugaan adanya tindakan diskriminatif terhadap tenaga kesehatan (Nakes) yang menggunakan berhijab di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.
Hal itupun sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak seperti, Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPR RI, DPRD DKI Jakarta dan juga masyarakat muslim.
Kasus ini mencuat setelah beredar surat dari DR. dr. Diani Kartini SpB, subsp.Onk(K), yang menyebut adanya pertanyaan dalam wawancara penerimaan tenaga medis di RS Medistra, mengenai kesediaan membuka hijab jika diterima bekerja di sana.[ald]











