“Anak saya masih terus bertanding hingga hari terakhir pertandingan akuatik ini,” jelasnya.
Sebelum berlaga di PON XXI Aceh-Sumut 2024 Nur Mufiidah telah malang melintang di beberapa event nasional dan internasional. “Pernah menjadi juara di Sea Games di Filipina dan India,” terang Liana.
Kemenangan yang diraih Nur Mufiidah yang kini sedang berada di bangku SMA 7 Jakarta ini bukanlah didapat secara instan.
Sejak duduk di bangku kelas 2 SD dan saat melihat putrinya menunjukkan ketertarikannya dalam olahraga air, Liana langsung melatih anaknya untuk menjadi atlet.
Memiliki dua anak yang dua-duanya dua adalah atlet, Liana selalu memotivasi demi menjaga agar mood anaknya selalu dalam keadaan baik. Terlebih saat mengikuti perlombaan.
“Agar dia tidak tegang saat lomba, saya bilang ke dia, pertandingan itu seperti mengulang latihan. Dan saya juga selalu bilang yang juara itu bukan juara satu, tapi orang yang punya kesempatan dan selalu mau berlatih,” imbuhnya.
Ketika sang anak bertanding, Liana juga punya kebiasaan menghubungi pihak teman dan keluarga untuk meminta doa.
“Kita sebagai muslim percaya akan kekuatan doa. Ketika semakin banyak orang yang mendoakan, maka kita tidak tahu doa siapa yang diijabah, yang dikabulkan Allah,” pungkasnya.[sel]











