“Harus ada evaluasi untuk mengetahui apakah ini murni bencana atau ada unsur kelalaian dari pihak pengelola, seperti tetap mengizinkan wisatawan masuk meskipun kondisi cuaca tidak mendukung,” katanya.
Ema juga menyoroti pentingnya penanganan profesional agar peristiwa ini tidak mencoreng citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
“Kita berharap agar kasus ini tidak mempengaruhi persepsi wisatawan asing terhadap pariwisata Indonesia. Maka dari itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah,” ujarnya.
Menurut Ema, tanggung jawab terhadap keselamatan wisatawan tidak hanya ada di tangan pengelola objek wisata, tetapi juga melibatkan pemerintah, pelaku bisnis pariwisata, dan masyarakat.
“Kementerian Pariwisata perlu memastikan bahwa pengelola wisata memiliki SOP yang jelas untuk menghadapi situasi yang mengancam keselamatan, baik wisatawan asing maupun lokal,” tegasnya.
Ema menambahkan, langkah preventif sangat penting untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. “Tragedi ini adalah peringatan bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap manajemen keamanan dan keselamatan di tempat wisata,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan pengelolaan keamanan di destinasi wisata demi menjaga kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata Indonesia.[dnl]










