Sadangan di tahun 2025 ini, IZI menargetkan mampu menghimpun dana umat sebesar Rp 179 miliar. Dana ini nantinya akan disalurkan kepada para penerima manfaat melalui berbagai program yang telah dirancang oleh IZI.
Launching Unit Layanan Zakat (ULZ)
Pada acara Public Expose 2025 ini juga akan memperkenalkan sebuah unit baru di IZI, yakni Unit Layanan Zakat (ULZ).
Unit ini akan dioptimalkan untuk membuka peluang kolaborasi antara LAZNAS dan masyarakat dalam pemenuhan layanan zakat secara menyeluruh dan semakin dekat baik bagi para muzaki dan juga mustahik hingga ke level kota/kabupaten.
Dari acara Public Expose, IZI memiliki harapan untuk terus bermanfaat dan memudahkan sesama melalui program pemberdayaan yang ada, terkhusus kepada petani di Smartfarm Academy.
Memiliki dampak lebih luas lagi dengan tumbuhnya dukungan multistakeholder serta peningkatan sprititual pada setiap program yang dijalani, terutama pada penerima manfaat yang mendapat kebermanfaatan.
Penghargaan dan Peningkatan Literasi
IZI juga menunjukkan komitmennya dalam mendokumentasikan praktik tata kelola melalui penerbitan buku-buku seperti “Memudahkan Itu Dimudahkan” dan “Smartfarm Academy.” Buku ini menjadi rujukan penting bagi lembaga serupa dalam meningkatkan literasi tata kelola ZIS dan program pemberdayaan.
Melihat pencapaian ini, IZI terus berupaya meningkatkan skala programnya dengan menggandeng lebih banyak mitra strategis, baik dari sektor pemerintah, dunia usaha, hingga akademisi.
“Kami ingin zakat menjadi instrumen utama dalam mengentaskan kemiskinan dan menciptakan keadilan sosial,” ujar Wildhan optimis.
Dengan segala upaya dan dedikasi yang telah dilakukan, IZI tidak hanya menjadi lembaga penyalur zakat, tetapi juga inspirasi nyata bagi Indonesia yang lebih baik, terutama dalam membantu pemerintah dalam program ketahanan pangan.
Kepatuhan Syariah dan Tata Kelola Unggul IZI
IZI telah menerapkan kerangka kerja kepatuhan syariah yang komprehensif. Dengan dukungan Dewan Pengawas Syariah, IZI memastikan setiap kebijakan dan implementasi program sesuai dengan norma-norma syariah. Proses ini mencakup audit berkala, pemantauan, serta upaya perbaikan dan pencegahan.
IZI telah mengimplementasikan kerangka kerja kepatuhan syariah yang ketat, mulai dari perumusan kebijakan hingga evaluasi dan audit. Dengan sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 37001:2016 (manajemen anti-penyuapan), dan penerapan ISO 31000:2018 (manajemen risiko), IZI memastikan bahwa seluruh operasionalnya berjalan transparan dan akuntabel.
“Integritas adalah kunci utama kami dalam mengelola dana ZIS. Kepercayaan dari para muzaki adalah tanggung jawab besar yang harus kami jaga dengan baik,” tegas Wildhan.[zul]











