Misalnya, Maxus Mifa 9 yang memiliki dimensi 5.270 mm x 2.000 mm x 1.840 mm dan wheelbase 2.000 mm, ditenagai oleh motor listrik 241 hp dengan torsi 350 Nm serta baterai berkapasitas 90 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 435 km.
Dengan banderol harga sekitar Rp 1,088 miliar, Mifa 9 menawarkan opsi kompetitif bagi konsumen.
Selain itu, Zeekr 009 juga menjadi pesaing serius. MPV Sliding Door andalan Zeekr memiliki dimensi 5.209 mm x 2.024 mm x 1.858 mm dan wheelbase 3.205 mm.
Dengan tenaga motor listrik mencapai 603 hp dan torsi 693 Nm serta baterai 116 kWh, Zeekr 009 menonjolkan performa tinggi meskipun belum ada kepastian harga resmi, diperkirakan berada di kisaran Rp 2,25 miliar hingga Rp 2,7 miliar.
Sedangkan untuk segmen MPV mewah Jepang, Toyota Alphard dan Vellfire menawarkan pilihan mesin bensin konvensional dan hybrid.
Alphard hadir dengan pilihan mesin 2.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 180 hp (bensin) atau 247 hp (hybrid) dengan harga mulai dari Rp 1,425,5 miliar hingga Rp 1,736,6 miliar, sedangkan Vellfire dihargai sekitar Rp 1,871,6 miliar.
Denza D9, dengan keunggulan penggerak listrik murni dan spesifikasi yang mendukung mobilitas jarak jauh, memberikan alternatif segar dalam persaingan MPV mewah di Indonesia.
Konsumen kini memiliki lebih banyak opsi yang sesuai dengan kebutuhan akan kenyamanan, performa, serta keberlanjutan lingkungan.
Sementara MPV mewah lain masih mengandalkan varian mesin bensin dan hybrid, Denza D9 hadir sebagai pionir yang menawarkan pengalaman berkendara dengan teknologi masa depan.
Dengan persaingan yang semakin ketat, inovasi dan pengembangan teknologi menjadi kunci bagi produsen mobil.
Denza D9 diharapkan tidak hanya menjadi penantang, tetapi juga pemimpin dalam segmen MPV mewah listrik di Indonesia, memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional dan mendukung program pemerintah dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.(dit)











